Selebrasi pemain Jerman saat mengalahkan Italia.
MILAN – Jerman mengalahkan tuan rumah Italia pada leg pertama perempatfinal UEFA Nations League. Sempat tertinggal lebih dulu, Jerman berbalik menang 2-1.
Bermain di San Siro, Jumat (21/3) dinihari WIB. Italia sempat unggul cepat lewat gol Sandro Tonali pada menit kesembilan. Kebangkitan Jerman dimulai di babak kedua. Pemain pengganti Tim Kleindienst menciptakan gol penyama di menit ke-49, dan gol Leon Goretzka setelah 70 menit permainan memastikan kemenangan tim tamu.
Bagi Jerman, kemenangan ini tak sekadar membuka pintu kelolosan lebar-lebar ke semifinal UEFA Nations League. Jerman akhirnya menang lagi di tanah Italia sejak menang 2-1 di laga uji coba pada Februari 1986, atau 39 tahun silam.
Sejak kemenangan terakhirnya itu, Jerman tercatat enam kali bertandang ke Italia sebelum pertandingan ini. Hasilnya, Die Manschaaft menderita dua kekalahan dan empat kali imbang.
Pelatih Jerman Julian Nagelsmann mengaku senang dengan kemenangan ini. “Saya secara khusus senang karena kami comeback dari ketinggalan 0-1 dan memenangi pertandingan,” kata Nagelsmann kepada BR1.
Ia mengatakan timnya ingin memenangkan laga tandang dan kandang. “Kami sempat berbicara sebelum pertandingan bahwa kami ingin memenangi kedua leg. Kami bisa saja mencetak lebih banyak gol di babak kedua. Tim menunjukkan hasrat dan melakukan segalanya untuk menang pada laga ini,” ujar Nagelsmann.
Kedua tim masih akan bertemu lagi, Senin (24/3) dinihari WIB. Jerman akan gantian menunggu Italia di Westfalenstadion, Dortmund untuk melakoni leg kedua, sekaligus laga penentuan kelolosan.
Sementara pelatih Italia Luciano Spalletti mengomentari penyebab kekalahan timnya. “Tak ada gap di antara kedua tim dalam pertandingan. Perbedaannya, mereka mampu mengeksploitasi ruang yang kami berikan dan bagus dalam mencetak gol dalam dua situasi yang mereka ciptakan, sementara kami tak mampu melakukannya,” ujar Spalletti, dikutip Football5Star.net dari Tuttomercatoweb.
Gelandang Italia Sandro Tonali mengaku timnya sudah bermain bagus. “Pertandingan yang aneh, karena kami main bagus, kami mencoba bermain sesederhana mungkin di babak pertama. Sayangnya, kami sangat kesulitan di bola mati dan duel udara. Kami harus membenahinya, masih ada leg kedua dan kami harus tetap positif,” ujar Tonali kepada RAI Sport.
Ia pun meminta timnya bangkit di leg kedua. “Masih ada 90 menit lagi, kami harus melakukan segalanya lebih baik, lebih garang dan galak. Kalau saja kami bisa mencetak gol kedua, pertandingannya bisa saja berbeda. Inilah sepakbola, kami tidak boleh menyerah sekarang,” kata gelandang Newcastle United itu.
Di laga lain, Belanda bermain seri 2-2 kontra di Stadion De Kuip, Jumat (21/3) dinihari WIB. La Furia Roja unggul lebih dulu berkat gol Nico Williams di delapan menit pertama.
De Oranje kemudian menyeimbangkan permainan dengan gol Cody Gakpo, lalu berbalik memimpin setelah Tijani Reijnders mencetak gol di babak kedua.
Pada 10 menit terakhir, Belanda mesti bermain dengan 10 pemain. Jorrel Hato dikartu merah usai menerjang Robin Le Normand. Unggul jumlah pemain membuat Spanyol semakin leluasa menyerang.
Spanyol memaksimalkan keunggulan jumlah pemain di menit-menit akhir permainan untuk mencetak gol penyama yang diciptakan Mikel Merino.
Laga penentuan kelolosan ke semifinal akan ditentukan di leg kedua. Spanyol dijadwalkan menjamu Belanda di Mestalla, Senin (24/3) dinihari WIB.
Sementara Timnas Kroasia berhasil menekuk Prancis 2-0 di Stadion Pojlud, Split pada Jumat (21/3) dini hari WIB. Kemenangan Kroasia ditentukan oleh gol-gol Ante Budimir dan Ivan Perisic di babak pertama.
Meski kalah, Prancis masih memiliki peluang lolos ke semifinal. Les Bleus akan menjamu Kroasia di leg kedua pada Senin (24/3) dini hari WIB.***
