Israel Siap Gencatan Senjata Permanen di Gaza Asalkan Hamas Didemiliterisasi

FOTO: Perdana Menteri Benjamin Netanyahu

TEL AVIV(LB)- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya siap menegosiasikan gencatan senjata permanen di Gaza. Namun, asalkan wilayah Gaza didemiliterisasi.
Dilansir AFP, Jumat (11/7), delegasi dari Israel dan Hamas memulai perundingan tidak langsung di Doha. Mereka mencoba menyepakati penghentian sementara perang.

Utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, telah mengusulkan gencatan senjata 60 hari dengan imbalan pembebasan separuh dari 20 sandera yang masih hidup di Gaza.

“Pada awal gencatan senjata ini, kami akan memasuki negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen,” katanya dalam pesan video dari Washington.

Ia mengatakan “syarat fundamental” Israel adalah bahwa “Hamas meletakkan senjatanya” dan tidak lagi memiliki “kemampuan pemerintahan atau militer”.

Sementara itu, Kelompok milisi Hamas Palestina sepakat untuk membebaskan 10 sandera dari Jalur Gaza, Palestina, dalam negosiasi gencatan senjata dengan Israel, Rabu (9/7).

“Kelompok kami menunjukkan fleksibilitas yang diperlukan dan setuju untuk melepaskan 10 tahanan (sandera),” demikian pernyataan Hamas, seperti dikutip AFP.

Hamas pada kesempatan itu juga menyatakan bahwa negosiasi dengan Israel berjalan alot karena ada ketidaksepahaman mengenai bantuan kemanusiaan untuk Gaza, penarikan pasukan Israel dari Gaza, serta jaminan penuh mengenai perdamaian jangka panjang.

“Terlepas dari kesulitan negosiasi mengenai masalah-masalah ini, kami terus berupaya dengan sungguh-sungguh dan bekerja dengan semangat positif dengan para mediator untuk mengatasi hambatan dan menyudahi penderitaan rakyat kami serta memastikan aspirasi mereka atas kebebasan, keselamatan, dan kehidupan yang bermartabat,” demikian pernyataan Hamas.

Pernyataan Hamas ini dikeluarkan empat hari setelah mereka bernegosiasi tak langsung dengan Israel mengenai prospek gencatan senjata di Jalur Gaza. Negosiasi itu dimediasi oleh Qatar dan Amerika Serikat. tom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *