Penyerahan bantuan mahasiswa wirausaha.
JAKARTA (LB)–Institut Pariwisata Trisakti (IP Trisakti) merupakan Perguruan Tinggi bidang Pariwisata yang didirikan pada tahun 1969.
Di usia 56 Tahun, Institut Pariwisata Trisakti menggelar serangkaian acara Dies Natalis, salah satunya acara bertajuk 2nd Grand Rendezvous, yang berlangsung di Parle Senayan, Jakarta. Pada kesempatan ini IP Trisakti mengundang Komunitas MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling) Seluruh Indonesia dan Media Mitra Kerjasama IP Trisakti.

Rektor IP Trisakti Fetty Asmaniati, SE., MM dalam sambutannya berharap, Grand Rendezvous yang digelar untuk kedua kalinya ini dapat memperkuat kolaborasi yang telah dibangun antara IP Trisakti dengan mitra industri dan stakeholders.
“Alhamdulillah, IP Trisakti hingga kini bekerja sama dengan lebih dari 100 mitra industri, baik di dalam maupun luar negeri. Kerja sama ini penting bagi kami untuk pembelajaran, magang hingga peningkatan kualitas lulusan,” ujarnya Rektor Fetty.

Hal senada dikemukakan Sekretaris Pengurus Yayasan Trisakti, Prof. Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc. Dia mengaku selalu senang berkunjung ke IP Trisakti karena kampus tersebut tak hanya mengedepankan teori, tetapi juga praktik.
“IP Trisakti juga memiliki banyak program yang memberi manfaat kepada masyarakat. Hal itu selaras dengan program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) lewat program Kampus Berdampak,” tuturnya.
Turut hadir memberikan sambutan, Dra. Tuti Sukarni selaku Ketua Ikatan Bimbingan Konseling Sekolah.

Menghadirkan Keynote Speech, Ketua MPR Periode 2019 – 2024 Bambang Soesatyo. Dia menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan dunia usaha untuk menjawab tantangan global serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia di sektor pariwisata dan kewirausahaan digital.
“Setiap tahun ada 3,5 juta angkatan kerja baru. Jika tidak terserap di dunia kerja, maka dikhawatirkan terjadi ledakan pengangguran terdidik dalam 20 tahun kedepan. Nantinya, bukan Indonesia Emas 2045 tetapi Indonesia Cemas 2045,” tuturnya.
Untuk itu, Bambang Soesatyo menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan dunia usaha untuk menjawab tantangan global. Selain meningkatkan daya saing sumber daya manusia di sektor pariwisata dan kewirausahaan digital.
Tidak hanya itu, Bamsoet memberi apresiasi kepada IP Trisakti yang membantu pengembangan pariwisata nasional, melalui jalur pendidikan.
“Mereka yang terlibat dalam industri pariwisata kita harusnya dapat penghargaan pahlawan tanpa tanda jasa. Karena sektor pariwisata itu ikut berjasa dalam mendongkrak perekonomian kita,” ucapnya.


Lebih lanjut Bamsoet meminta kepada civitas akademika IP Trisakti untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam momentum yang sama, IP Trisakti melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Parle Senayan dan Makana Group, sebagai wujud nyata kolaborasi lintas sektor. Kesepakatan ini menjadi titik awal kerja sama jangka panjang dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi, industri hospitality, dan ketahanan pangan berbasis generasi muda.
Salah satu bentuk nyata dari kolaborasi ini adalah pemberian hibah dari MAKANA Group kepada Program Studi S1 Kewirausahaan IP Trisakti. Hibah tersebut berupa tiga unit gerobak Tahurun lengkap dengan peralatannya, dengan total nilai sebesar Rp51.000.000.
Masing-masing gerobak senilai Rp17.000.000 diberikan kepada tiga mahasiswa sebagai bantuan biaya untuk memulai usaha mereka secara mandiri.

IP Trisakti juga menunjukkan komitmen terhadap peningkatan akses pendidikan melalui penyerahan simbolis beasiswa kepada Calon Mahasiswa Baru (CMB) tahun akademik 2025–2026. Penyerahan ini menjadi bukti nyata kepedulian IP Trisakti dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing tinggi.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi media dalam mempublikasikan berbagai kegiatan dan pencapaian institusi, IP Trisakti memberikan penghargaan kepada 16 media nasional.
Acara ini menjadi ajang apresiasi sekaligus memperkuat relasi dengan media sebagai mitra strategis.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi talkshow inspiratif bertajuk “Career Opportunities in Hospitality and Tourism Industry”, yang terbagi dalam dua bagian. Sesi pertama menghadirkan narasumber profesional di industri pariwisata dan hospitality, yaitu Sonny Harsono (CEO & Owner Parle Group Senayan), Eduard Rudolf Pangkerego (COO Artotel Group), dan Dr. Muhammad Rahmad (Ketua Korwil DKJ AMPHURI & CEO ICMI Travel).

Talkshow ini dipandu oleh Dr. Novita Widyastuti, Wakil Rektor III IP Trisakti, dengan pembahasan seputar inovasi, strategi, dan tantangan industri pariwisata di era digital.
Sesi kedua mengangkat tema “Bright Your Future Career with IP Trisakti” menghadirkan perspektif akademik dari para Ketua Program Studi IP Trisakti:
• Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan : Dr. Robiatul Adawiah, M.Par
• Sarjana Terapan Usaha Perjalanan Wisata : Rianto, M.Si.Par
• Sarjana Pariwisata : Dr. Arief Faizal Rachman, M.T
• Sarjana Kewirausahaan : Michael Khrisna A, M.Par
• Sarjana Bisnis Digital : Ariawan Aryapranata, M.T.I
Sesi ini dimoderatori oleh Bapak Ivan Prasetya, Kepala Bagian Pemasaran IP Trisakti, dan memberikan gambaran mengenai integrasi kurikulum dengan kebutuhan industri serta semangat kolaboratif antarprodi.
IP Trisakti mengucapkan terima kasih kepada para sponsor yang telah mendukung Kegiatan 2nd Grand Rendezvous 2025 yaitu Parle Senayan, ICMI Travel, Artotel Group, Pan Pacific Hotel Jakarta, Sheraton Grand Gandaria City Hotel, Pusat Bisnis Kepariwisataan Trisakti. **
