Laga Inter Milan melawan AS Roma.
ROMA – Inter Milan mengalahkan tuan rumah AS Roma pada pekan ketujuh Serie A yang digelar di Stadion Olimpico, Minggu (19/10) dini hari WIB. Gol tunggal Inter dicetak Ange-Yoan Bonny pada menit keenam.
Kemenangan ini memperpanjang catatan positif Inter di kandang Roma. Inter kini tidak terkalahkan dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Roma di Olimpico (W6 D3).
Inter bahkan memenangi lima laga tandang terakhir melawan Roma secara beruntun di Serie A dengan selisih gol 11-2. Inter menjadi tim pertama yang melakukannya dalam sejarah Serie A.
Pelatih Inter Cristian Chivu mengaku bangga dengan performa timnya. “Saya bangga dengan cara mereka bekerja, bagaimana mereka mempersiapkan mental untuk pertandingan-pertandingan tertentu. Mereka tahu bagaimana menderita, siap menantang diri sendiri, dan menemukan kerendahan hati yang tepat untuk situasi seperti ini. Setelah jeda internasional kuantitasnya selalu tidak diketahui dengan banyaknya bepergian dan bertanding, Anda lama tidak bertemu mereka. Roma tim yang kuat, mereka tidak akan pernah akan mudah dilawan di stadion ini dengan fans di belakang mereka,” ujar Chivu seperti dilansir Football Italia.
Menurut Chivu, kunci kemenangan timnya terletak pada kekuatan mental para pemain. Skuadnya dinilai tahu bagaimana cara menderita dan memiliki kerendahan hati yang tepat untuk laga besar.
“Para pemain layak mendapatkan semua pujian. Karena mereka meninggalkan kekecewaan di belakang, menempatkan diri kembali untuk tantangan setelah musim lalu, dan ingin membuktikan bahwa mereka bisa bersaing di setiap turnamen,” ujar Chivu.
Di bawah arahan Chivu, Inter menampilkan gaya bermain berbeda dibanding era Simone Inzaghi, dengan menekankan pressing tinggi di area lawan.
Strategi itu sempat merepotkan pertahanan Roma pada babak pertama sebelum Nerazzurri menurunkan intensitas di paruh kedua.
“Kami memang mencoba melakukan pressing tinggi, meski tidak selalu berjalan sempurna. Kami hanya punya satu sesi latihan sebelum pertandingan ini, sementara Roma punya pemain sayap yang berbahaya dan bisa membuka ruang di antara lini, terutama untuk (Paolo) Dybala. Kami melakukannya cukup baik di babak pertama, lalu kehilangan sedikit intensitas setelah jeda. Karena itu kami memilih bertahan lebih dalam dan memanfaatkan serangan balik. Kami paham momen itu dan menyesuaikan cara bermain,” jelas Chivu.
Sementara manajer AS Roma, Gian Piero Gasperini, meski kecewa namun menilai Il Lupi tampil baik di sepanjang laga dan mampu mengimbangi permainan bagus Inter.
“Secara umum, kami mengambil risiko di situasi offside dengan (gol Ange-Yoan) Bonny adalah sebuah kesalahan. Situasinya tidak berbahaya, dan mungkin kami belum menemukan formasi yang tepat sejak awal pertandingan. Hal-hal seperti ini juga terjadi setelah tugas internasional, ketika pelatih lain mengharapkan hal yang berbeda,” ujar Gasperini kepada Sky Sport Italia.
Kondisi itu menurutnya sangat menentukan jalannnya laga. “Situasi itu jelas menentukan hasil pertandingan, tetapi terlepas dari itu dan hasilnya, saya tetap yakin dengan penampilan kami bahwa kami akan bermain baik. Kami telah mencoba segalanya untuk menyamakan kedudukan melawan Inter yang dikenal sangat tangguh, beberapa kesulitan memang tak terelakkan. Ada beberapa kekalahan yang memberikan Anda keyakinan dan keyakinan lebih besar terhadap kemampuan Anda,” ujarnya.***
