Inter Milan Kalahkan Feyenoord, Tetapi Tak Mau Terlena

Pemain Inter Milan saat mengalahkan Feyenoord.

ROTTERDAM – Inter Milan mencuri kemenangan saat bertandang ke Feyenoord pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Bermain  di Stadio De Kuip,  Kamis (6/3) dinihari WIB, gol-gol Inter dicetak Marcus Thuram dan Lautaro Martinez. di masing-masing babak.

Inter sesungguhnya berpeluang besar untuk memperbesar skor setelah dihadiahi tendangan penalti tapi eksekusi Piotr Zielinski bisa ditebak kiper lawan.

Secara umum, Inter tampil relatif lebih dominan. Selain mencatatkan 58,6% penguasaan bola, mereka melepaskan 13 tembakan dengan tujuh yang on target. Feyenoord bukannya tanpa ancaman. Dari delapan tembakan, lima di antaranya mengarah ke gawang dan satu peluang dari Jakub Moder mengenai mistar gawang.

Dengan hasil ini, Inter Milan menghadapi jalan yang lebih mudah untuk lolos ke perempatfinal Liga Champions. La Beneamata tinggal membutuhkan hasil minimal imbang, bahkan kalah akan tetap lolos asalkan tidak lebih dari satu gol.

Sementara itu Feyenood akan membutuhkan kemenangan dengan selisih setidaknya tiga gol, saat gantian menyambangi markas Inter Milan pada pekan depan.

Pelatih Inter Simone Inzaghi menyebut Feyenoord coba mengejutkan timnya, dengan memainkan pola dasar 4-4-2 yang berkembang jadi 4-2-4. Potensi kejutan ini memang ada mengingat mereka baru menunjuk pelatih baru, Robin van Persie, akhir Februari lalu.

“Feyenoord itu tim berkualitas, mereka memutuskan bermain dengan empat penyerang, plus (Igor) Paixao sebagai semacam trequartista. Meski kami mempelajari performa mereka di play-off melawan AC Milan, mereka memainkan sistem berbeda malam ini. Walau begitu, dua laga itu tentunya membantu kami,” kata Inzaghi dikutip Football Italia.

Ia mengaku timnya sempat kesulitan.  “Kami tak mengalirkan bola dengan baik awalnya, tapi kemudian menemukan bentuk dan dua gol memudahkan kami. Kami tahu mereka punya para penyerang yang amat cepat dan tampil baik untuk bertahan saat dibutuhkan, tapi kami berkembang dan tekanan mereka tak sekuat itu di awal laga,” ujarnya.

Inzaghi mengingatkan timnya bahwa mereka belum aman. “Kami memenangi leg pertama, baru separuh pertandingan dalam pertemuan ini dan pada Selasa mendatang, ada laga yang kedua di San Siro. Jangan lupa tim ini mencetak tiga gol saat tandang ke Manchester City,” imbuhnya.

Khusus untuk Lautaro Martinez,  dengan tambahan satu gol ia kini jadi pemain tertajam Inter di Liga Champions. Koleksi gol El Toro menjadi enam gol dalam sembilan pertandingan. Ini adalah torehan terbaik Lautaro dalam semusim di kompetisi ini, melampaui lima gol yang dia bukukan pada 2019/20.

Secara keseluruhan Lautaro Martinez berarti sudah mengemas 18 gol dalam total 53 penampilannya. Lautaro mematahkan rekor Sandro Mazzola (17 gol) sebagai pemain Nerazzurri paling produktif di dalam sejarah European Cup, format lama Liga Champions.

“Bangga adalah kata pertama yang saya upikirkan, karena tidak pernah membayangkan bisa mencapai torehan ini. Saya sangat berterima kasih kepada Inter, fans, dan rekan-rekan setimku. Aku juga berterima kasih kepada keluargaku, baik yang ada di Italia dan Argentina karena mereka selalu berada di sisiku saat suka maupun duka,”  kata pemain yang ikut  membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 ini kepada Amazon Prime Video Italia.

Sementara pelatih Feyenoord, Robin van Persie mengaku skuadnya sudah melakukan pekerjaan dengan baik. “Kami memulai dengan baik dan memainkan babak pertama yang cukup bagus. Kami menekan mereka dengan keras, tetapi tanpa benar-benar menciptakan peluang besar. Sayangnya, mereka mencetak gol dari peluang pertama mereka. Itu bisa terjadi ketika menghadapi striker seperti Thuram. Kami juga kebobolan terlalu cepat di awal babak kedua, yang membuat momentum kami turun,” ujar Van Persie kepada Ziggo Sport.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *