Hakan Calhanoglu, Pemain Inter Milan.
MILAN – Pelatih Inter Milan Cristian Chivu menegaskan ambisi timnya untuk meraih dua gelar di akhir musim ini. Nerazzurri sudah di ambang juara Liga Italia dan melangkah ke final Coppa Italia.
Inter baru saja mengalahkan Como 3-2 usai tertinggal dua gol lebih dulu dalam leg kedua semifinal Coppa Italia di San Siro, Rabu (22/4) dini hari WIB. Hakan Calhanoglu dan kolega pun lolos ke partai puncak dengan agregat sama usai bermain 0-0 di leg pertama.
Kini Inter akan melawan Lazio di final pada 13 Mei mendatang di Roma. Lazio sendiri mengalahkan Atalanta melalui drama adu penalti yang menegangkan di Stadion Gewiss, Bergamo, Kamis (23/4) dini hari WIB.
Namun sebelum laga final, Inter bisa mengunci gelar scudetto ke-21 lebih dulu. Saat ini Inter memimpin klasemen dengan 78 poin dari 33 laga, unggul 12 poin dari AC Milan dan Napoli di urutan dua dan tiga. Mereka bisa mengunci titel akhir pekan ini jika mengalahkan Torino sementara Milan dan Napoli gagal meraih kemenangan.
“Kami mencapai posisi ini lewat kerja keras, menempatkan diri kami pada posisi yang memungkinkan kami untuk bermimpi, untuk mencapai target meraih trofi juara Serie A dan Coppa Italia,” ujar Chivu dikutip Football Italia.
Inter sudah lama tak meraih gelar ganda, terakhir pada 2010 saat dilatih Jose Mourinho. Saat itu bahkan Nerazzurri mengakhiri musim dengan tiga trofi, termasuk Liga Champions. Chivu saat itu masih menjadi bagian tim dengan status pemain.
Chivu pun mulai dibandingkan dengan bekas pelatihnya itu, namun Chivu segera menepisnya. “Kalian wartawan suka dengan judul heboh, tapi saya hanyalah seorang Cristian, satu-satunya tanggung jawab saya adalah kepada para pemain ini,” ujar Chivu.
Sementara Hakan Calhanoglu mengaku sangat antusias untuk mengejar dua trofi tersebut. “Kini kami harus fokus untuk merealisasikan kedua gelar. Saya tidak sabar untuk laga final dan menyambut laga-laga sisa di Liga Italia,” tandasnya dikutip dari laman klub.***
