Inter Mantap di Puncak Klasemen

Pemain Inter Milan saat mengalahkan Genoa.

MILAN – Inter Milan mengatasi perlawanan Genoa dalam lanjutan Serie A2025/2026. Menang 2-0, Nerazzurri kian mantap di puncak klasemen Liga Italia.

Bermain di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Minggu (1/3) dini hari WIB, Inter bisa mengontrol pertandingan sejak awal. Anak asuh Cristian Chivu banyak menghadirkan ancaman.

Federico Dimarco membawa Inter memimpin 1-0. Ia bisa melepaskan shot dari sudut sempit, memanfaatkan assist Henrikh Mkhitaryan.

Di babak kedua, Genoa bermain lebih rapat. Inter, yang masih mengontrol banyak bola, cukup kesulitan membongkar pertahanan lawannya. Baru pada menit ke-70, gol kedua bisa diciptakan tuan rumah.  

Inter mendapat penalti, usai Alex Amorim bikin handball di kotak terlarang. Hakan Calhanoglu, yang baru masuk menggantikan Mkhitaryan di menit ke-59, bisa mengonversinya menjadi gol.

Inter pun mantap di puncak klasemen Liga Italia dengan 67 poin. Sementara Genoa tertahan di peringkat 15 dengan 27 poin.

Ini adalah kemenangan ke-14 dari 15 pertandingan terakhir Inter di Serie A.
Kompetisi menyisakan 11 pekan lagi.  Pelatih Inter Cristian Chivu pun mengingatkan jalan masih panjang dan apa pun bisa terjadi.

“Kami bersiap untuk setiap pertandingannya dengan cara terbaik, secara mental dan fisik, memperlakukannya dengan sama tanpa melihat nama lawan. Itu yang sudah coba kami lakukan sejak awal musim ini. Ada 11 pertandingan lagi, 33 poin untuk diraih, itu berarti scudetto belum dimenangi. Kami mengalami naik-turun, tapi ingin membangun sesuatu dari semua hal bagus yang telah kami lakukan dalam 2,5 bulan terakhir,” ujar Chivu dikutip Football Italia.

Khusus bagi Dimarco, ia sudah  terlibat dalam banyak gol Inter Milan musim ini.  Bek kiri berusia 28 tahun itu kini tercata sudah mengemas enam gol dan 14 assist dalam 25 kali penampilan di Serie A.  Meski demikian,  ia tidak akan puas jika Inter tidak juara.

“Setelah kalah itu tidak pernah mudah, tapi setiap kali tim ini kalah, selalu kembali ke trek lebih kuat daripada sebelumnya. Kelelahan mulai terlihat di babak kedua, tapi kami menyelesaikan tugas. Secara pribadi ini musim yang bagus, tapi pada akhirnya yang penting adalah tim. Kalau gol dan assist saya tidak berujung trofi, maka itu tidak akan berarti banyak. Saya lebih memilih gol dan assist yang lebih sedikit kalau itu berarti kami juara liga,” ujar Dimarco kepada Sky Sport Italia.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *