JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (21/5) sore, tertekan oleh saham-saham sektor basic materials (barang baku) dan sektor energi.
IHSG ditutup melemah 223,56 poin atau 3,54 persen ke posisi 6.094,94. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 14,28 poin atau 2,26 persen ke posisi 616,40.
Sepanjang Kamis, IHSG dibuka melemah, bergerak di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor terkoreksi yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 6,96 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen non primer yang turun masing-masing sebesar 6,74 persen dan 5,70 persen.
Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SOTS, BOBA, ENAK, APLI, dan KOBX. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni BUKK, IRSX, ENRG, POLU, dan RAJA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.145.783 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,77 miliar lembar saham senilai Rp18,49 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 663 saham menurun, dan 69 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 1.853,59 poin atau 3,10 persen ke 61.658,00, indeks Shanghai melemah 84,91 atau 2,04 persen ke 4.007,28, indeks Hang Seng melemah 264,60 poin atau 1,03 persen ke 25.386,52 dan indeks Strait Times menguat 0,80 poin atau 0,02 persen ke 5.045,71.***
