JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah pada perdagangan Kamis (11/6) sore, seiring investor melakukan aksi profit taking (ambil untung) dipicu kekhawatiran meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
IHSG ditutup melemah 16,35 poin atau 0,28 persen ke posisi 5.886,03. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,64 poin atau 0,45 persen ke posisi 586,84.
Sepanjang Kamis, IHSG dibuka menguat, bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor properti yang naik sebesar 0,74 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor kesehatan yang naik masing-masing sebesar 0,64 persen dan 0,56 persen.
Sedangkan enam sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam minus 4,27 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor transportasi & logistik yang turun masing-masing sebesar 2,01 persen dan 1,43 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KOPI, UVCR, OILS, TMPO, dan RISE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni TRUE, HRTA, TRIN, SAPX dan BMSR.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.375.140 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 33,50 miliar lembar saham senilai Rp22,25 triliun. Sebanyak 265 saham naik, 419 saham menurun, dan 131 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 71,73 poin atau 0,11 persen ke 64.251,00, indeks Shanghai melemah 6,21 atau 0,16 persen ke 3.987,01, indeks Hang Seng melemah 158,67 poin atau 0,65 persen ke 24.249,29, dan indeks Strait Times menguat 35,63 poin atau 0,72 persen ke 4.994,48.***
