JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (28/7), di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
IHSG ditutup melemah 55,19 poin atau 0,89 persen ke posisi 6.130,59. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,53 poin atau 0,74 persen ke posisi 608,03.
Sepanjang Selasa, IHSG dibuka melemah, bergerak di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor barang sektor konsumen primer yang naik sebesar 0,43 persen.
Sedangkan sepuluh sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 2,78 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor keuangan yang turun masing-masing sebesar 1,59 persen dan 0,93 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu KOBX, ALKA, DWGL, MCAS, dan ZONE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni MPRO, KDTN, DMMX, ARKO dan TAMA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.659.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,09 miliar lembar saham senilai Rp12,12 triliun. Sebanyak 281 saham naik, 380 saham menurun dan 304 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 3,83 persen ke 62.446,00, indeks Shanghai melemah 1,16 persen ke 3.813,31, indeks Hang Seng menguat 0,41 persen ke 25.310,85, indeks Kospi melemah 10,84 persen ke 6.023,66, dan indeks Strait Times melemah 0,02 persen ke 5.619,22.
