JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (6/8) sore, di tengah pelaku pasar mencermati arah kebijakan perdagangan di tingkat global.
IHSG ditutup melemah 11,44 poin atau 0,15 persen ke posisi 7.503,75. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,62 poin atau 0,83 persen ke posisi 789,59.
Sepanjang Rabu, IHSG dibuka menguat, bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 1,90 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen nonprimer yang masing-masing naik sebesar 1,58 persen dan 1,52 persen.
Sedangkan lima sektor terkoreksi yaitu sektor barang konsumen primer turun paling dalam sebesar 1,03 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 0,34 persen dan 0,28 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu SOLA, LUCK, KIOS, FORU dan CLAY. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni FMII, FITT, RELI, BCAP dan MGLV.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.900.764 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,46 miliar lembar saham senilai Rp15,53 triliun. Sebanyak 320 saham naik, 270 saham menurun dan 215 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 262,96 poin atau 0,65 persen ke 40.812,50, indeks Shanghai menguat 16,40 poin atau 0,45 persen ke 3.633,99, indeks indeks Hang Seng menguat 8,10 poin atau 0,03 persen ke 24.910,63, dan indeks Strait Times menguat 12,59 poin atau 0,30 persen ke 4.221,17.***
