JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (14/1) sore, seiring ekspektasi pelaku pasar terhadap sikap dovish (melunak) bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
IHSG ditutup menguat 84,28 poin atau 0,94 persen ke posisi 9.032,58. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,21 poin atau 0,37 persen ke posisi 882,08.
Sepanjang Rabu, IHSG dibuka menguat, bergerak di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 3,08 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor infrastruktur yang naik masing-masing sebesar 2,07 persen dan 2,07 persen.
Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor barang konsumen primer sebesar 0,08 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ESTI, KOCI, ACST, LUCK, dan RLCO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni WEHA, SOLA, ASPR, GMFI, dan MEJA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.430.903 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 64,37 miliar lembar saham senilai Rp29,30 triliun. Sebanyak 440 saham naik, 240 saham menurun, dan 128 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 788,50 poin atau 1,47 persen ke 54.337,69, indeks Hang Seng menguat 151,33 poin atau 0,56 persen ke 26.999,81, indeks Shanghai melemah 12,66 poin atau 0,31 persen ke 4.126,08 dan indeks Strait Times menguat 5,37 poin atau 0,11 persen ke 4.812,50.***
