JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (13/1) sore, di tengah pelaku pasar mencermati arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
IHSG ditutup menguat 63,58 poin atau 0,72 persen ke posisi 8.948,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,31 poin atau 1,42 persen ke posisi 878,86.
Dari kawasan Asia, Jepang melaporkan surplus neraca transaksi berjalan meningkat menjadi 3.674,1 miliar Yen pada November 2025, dari sebelumnya 3.338,9 miliar Yen pada periode sama tahun sebelumnya, melampaui ekspektasi pasar sebesar 3.594 miliar Yen.
Sepanjang Selasa, IHSG dibuka menguat, bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG kembali bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 2,05 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor properti yang naik masing-masing sebesar 1,87 persen dan 0,64 persen.
Sedangkan, empat sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam sebesar 2,11 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor energi yang turun masing- masing sebesar 0,94 persen dan 0,68 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SOLA, ASPR, MBMA, WEHA dan APLN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DKHH, VICI, DEWA, GTSI dan NINE.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.805.222 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 52,89 miliar lembar saham senilai Rp33,41 triliun. Sebanyak 348 saham naik 327 saham menurun, dan 131 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 1.531,20 poin atau 2,93 persen ke posisi 53.461,10, indeks Hang Seng menguat 239,99 poin atau 0,90 persen ke posisi 26.848,47, indeks Shanghai melemah 26,53 poin atau 0,64 persen ke posisi 4.138,75, dan indeks Straits Times menguat 40,35 poin atau 0,85 persen ke 4.807,12.***
