JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (7/11) sore, seiring dengan meningkatnya likuiditas di pasar domestik.
IHSG ditutup menguat 57,53 poin atau 0,69 persen ke posisi 8.394,59. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,85 poin atau 0,69 persen ke posisi 853,50.
Sepanjang Jumat, IHSG dibuka menguat, bergerak di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor infrastruktur yang naik sebesar 2,20 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 1,78 persen dan 1,59 persen.
Sedangkan, empat sektor melemah yaitu sektor barang konsumen primer yang turun paling dalam sebesar 0,77 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen primer yang turun sebesar 0,36 persen dan 0,33 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KDTN, HDFA, CHEM, FPNI, dan GMTD. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni UNTD, DFAM, WOOD, SMMT, dan FLMC.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.013.174 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,36 miliar lembar saham senilai Rp15,67 triliun. Sebanyak 288 saham naik, 319 saham menurun, dan 202 saham tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 1.200,20 poin atau 2,33 persen ke 50.297,00, indeks Hang Seng melemah 16,99 poin atau 0,07 persen ke 25.935,41, indeks Shanghai menguat 9,06 poin atau 0,23 persen ke 3.969,25 dan indeks Strait Times melemah 5,60 poin atau 0,13 persen ke 4.417,12.***
