JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Senin (6/4) sore, seiring pelaku pasar bersikap hati-hati dalam mencermati perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
IHSG ditutup melemah 37,35 poin atau 0,53 persen ke posisi 6.989,43. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,82 poin atau 0,95 persen ke posisi 707,76.
Sepanjang Senin, IHSG dibuka melemah, bergerak di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,25 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor energi yang naik masing-masing sebesar 1,29 persen dan 0,57 persen.
Sedangkan tujuh sektor melemah yaitu sektor barang konsumen primer turun paling dalam sebesar 0,98 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor teknologi yang turun masing-masing sebesar 0,96 persen dan 0,89 persen
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu VOKS, ESIP, FORE, IFSH dan POLA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DEFI, ALKA, DATA, RLCO dan SOTS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.660.045 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,21 miliar lembar saham senilai Rp15,24 triliun. Sebanyak 255 saham naik, 412 saham menurun, dan 151 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei menguat 262,01 poin atau 0,49 persen ke 53.385,50, indeks Shanghai melemah 39,19 atau 1,00 persen ke 3.880,10, indeks Hang Seng melemah 177,50 poin atau 0,70 persen ke posisi 25.116,53 dan indeks Straits Times menguat 21,44 poin atau 0,43 persen ke posisi 4.968,94.***
