JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun pada perdagangan Senin (2/3) sore mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia, seiring pelaku pasar mengalihkan dananya ke aset safe haven, seperti emas hingga obligasi pemerintah.
IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 21,87 poin atau 2,62 persen ke posisi 812,49.
Sepanjang Senin, IHSG dibuka melemah, bergerak di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor energi yang menguat sebesar 1,70 persen. Sementara itu, sepuluh sektor terkoreksi dimana sektor barang konsumen non primer turun paling dalam sebesar 7,41 persen, diikuti sektor industri dan sektor infrastruktur yang turun masing-masing minus 5,38 persen dan 4,34 persen.
Sedangkan Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu OILS, ENRG, RUIS, APEX, dan ELSA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni TRUE, BUVA, BNBR, BELL dan MINA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.652.154 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 56,60 miliar lembar saham senilai Rp29,83 triliun. Sebanyak 108 saham naik, 671 saham menurun, dan 41 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia, antara lain indeks Nikkei melemah 793,10 poin atau 1,35 persen ke 58.057,19, indeks Shanghai menguat 19,70 atau 0,47 persen ke 4.182,58, indeks Hang Seng melemah 570,68 poin atau 2,14 persen ke 26.059,84, indeks Kuala Lumpur melemah 16,40 poin atau 0,96 persen ke 1.700,21 dan indeks Strait Times melemah 104,20 poin atau 2,09 persen ke 4.890,85.***
