JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (23/4) sore, terbebani oleh pelemahan kurs rupiah dan kenaikan harga minyak mentah di tingkat global.
IHSG ditutup melemah 163 poin atau 2,16 persen ke posisi 7.378,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 20,09 poin atau 2,73 persen ke posisi 715,88.
Sepanjang Kamis, IHSG dibuka menguat, bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor melemah yaitu sektor barang konsumen nonprimer turun paling dalam, minus 3,18 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor teknologi yang masing-masing turun sebesar 2,83 persen dan 2,32 persen.
Sedangkan satu sektor menguat yaitu sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 2,42 persen. Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KOBX, MAXI, SKBM, WBSA, dan PGLI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DEFI, BOBA, HOPE, COCO dan KICI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.079.440 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 54,16 miliar lembar saham senilai Rp20,49 triliun. Sebanyak 192 saham naik 505 saham menurun, dan 123 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 442,36 poin atau 0,74 persen ke posisi 59.143,50, indeks Hang Seng melemah 248,04 poin atau 0,95 persen ke posisi 25.915,20, indeks Shanghai melemah 13,01 poin atau 0,32 persen ke posisi 4.093,25 dan indeks Straits Times melemah 58,61 poin atau 1,17 persen ke 4.944,11.***
