Hubungkan MRT-LRT-KRL, Jembatan “Cincin Donat” Bakal Dibangun di Dukuh Atas

Jembatan “cincin donat” di Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

JAKARTA (LB)- PT MRT Jakarta (Perseroda) berencana membangun jembatan “cincin donat” di Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Jembatan ikonik berbentuk melingkar ini akan menghubungkan empat kuadran utama kawasan bisnis dan transportasi.

“Struktur ini dijuluki Cincin Donat akan dibangun di atas Jalan Jenderal Sudirman dan dirancang sebagai simpul konektivitas antarmoda terbesar di Ibu Kota,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, Jumat (10/10). Tuhiyat menyampaikan bahwa jembatan tersebut akan mengintegrasikan empat moda transportasi sekaligus MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KCI Commuter Line dan kereta bandara.

“Kami ingin menghubungkan empat kuadran agar mobilitas masyarakat lebih efisien dan kemacetan di Dukuh Atas bisa terurai,” ujar Tuhiyat.

Ia menjelaskan, jembatan ini akan memiliki lebar sekitar 12 meter, dengan tujuh meter diperuntukkan sebagai jalur pejalan kaki dan lima meter untuk area komersial.

Tuhiyat menyebut jembatan ini diperkirakan akan melayani hingga 70.000 pergerakan penumpang per hari. Proyek ini mendapat dukungan dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT) dalam bentuk hibah studi kelayakan (feasibility study) yang dilakukan oleh Urban Renaisaance Agency (UR Angency) dari Jepang.

Studi itu menjadi dasar perencanaan desain teknis dan penetapan tahapan pembangunan.

Tuhiyat mengatakan MRT Jakarta saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan investor swasta untuk mendukung pembiayaan proyek tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo menjelaskan bahwa bentuk melingkar pada desain jembatan dipilih untuk menyesuaikan karakter kawasan Dukuh Atas yang simetris.

Selain itu, desain tersebut juga dimaksudkan sebagai representasi konektivitas modern yang menghubungkan empat kuadran utama di kawasan tersebut area BNI, Gedung Landmark, Transport Hub dan UOB.

“Jadi kenapa melingkar? Karena memang ini untuk mengintegrasikan empat kuadran. Dan Dukuh Atas ini kan simetris sehingga bentuk donat tadi itu menjadi ideal,” kata Syafrin.

MRT Jakarta menargetkan pembangunan jembatan melingkar ini beroperasi mulai tahun 2027. Saat ini, PT MRT masih menyiapkan desain teknis dan skema pendanaan.

Syafrin mengakui pendekatan “transit-oriented development” (TOD) di Indonesia masih tergolong baru, namun memiliki potensi besar untuk mengubah wajah mobilitas dan tata ruang kota.

Ia menjelaskan pengembangan kawasan berorientasi transit menjadi penting karena area ini bakal terintegrasi dengan angkutan umum massal, pejalan kaki, pengguna sepeda, dan pembatasan kendaraan pribadi dalam radius 400–800 meter dari pusat kawasan.

“Jadi, untuk meningkatkan layanan angkutan umum di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan integrasi secara utuh. Integrasi secara utuh tidak hanya moda angkutan umum masal Jakarta, tetapi juga termasuk moda angkutan umum Jabodetabek,” katanya. Syafrin menambahkan bahwa pengelola kawasan TOD akan mendapatkan sejumlah insentif seperti kemudahan perizinan melalui panduan rancang kota (PRK) serta keringanan pajak dan retribusi. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *