Holding UMi Jangkau 34,7 Juta Debitur

Holding UMi terdiri atas BRI sebagai induk bersama PT Permodalan Nasional Madani dan PT Pegadaian.

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyebut, Holding Ultra Mikro (UMi) telah menjangkau 34,7 juta debitur aktif dengan jumlah simpanan mikro mencapai 126 juta rekening hingga akhir triwulan II 2025.

Holding UMi terdiri atas BRI sebagai induk bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian. “Sinergi strategis Holding Ultra Mikro memberikan dampak positif dalam mendorong percepatan inklusi keuangan nasional,” jelas Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (31/7).

Untuk memperluas akses, Holding UMi juga telah menghadirkan 1.031 outlet SenyuM yang tersebar di berbagai wilayah. Hal ini menjadikan nasabah lebih mudah dalam mengakses produk dan layanan BRI.

Akhmad juga mencatat bahwa keberadaan Holding UMi terbukti meningkatkan investasi emas. Hingga akhir Juni 2025, Holding UMi tercatat memiliki 3,8 juta nasabah dengan total simpanan emas mencapai 13,7 juta ton.

Untuk mendorong pelaku usaha tumbuh sehat dan berkelanjutan, Akhmad mengatakan bahwa BRI terus memperbaiki kualitas layanan di bisnis mikro agar prosesnya lebih cepat dan mampu menjawab kebutuhan nasabah.

“Salah satunya adalah dengan melakukan business process reengineering untuk bisnis mikro BRI, di mana inisiatif ini akan berfokus pada empat area utama yakni human capitalbusiness process and modelproduct and policy enhancement, serta risk management and data capabilities,” jelas Akhmad.

Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto menambahkan bahwa BRI juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh masyarakat dan UMKM.

Hingga akhir Juni 2025, BRI telah membina 4.625 Desa BRILian dan mengembangkan 41.217 klaster usaha melalui program KlasterkuHidupku.

“Lebih dari 12,9 juta pelaku UMKM juga telah memanfaatkan platform digital LinkUMKM untuk memperluas pasar dan mempercepat proses naik kelas. Selain itu, BRI mengelola 54 Rumah BUMN dan telah melaksanakan lebih dari 16 ribu pelatihan,” ungkap Agus.

Tak hanya itu, Agus menambahkan bahwa keberadaan AgenBRILink turut melengkapi inisiatif BRI, khususnya dalam memperluas inklusi keuangan nasional.

Jumlah AgenBRILink telah mencapai lebih dari1,2 juta agenatau tumbuh 22,60 persen secara yoy. Agen-agen tersebut tersebar di 67 ribu desa, menjangkau seluruh penjuru negeri.

Dari sisi transaksi, AgenBRILink mencatatkan volume transaksi sebesarRp843 triliun atau tumbuh 9,85 persen yoy.

“Peran AgenBRILink tersebut kini telah bertransformasi, dari penyedia layanan transaksi menjadi lifestyle micro provider,” kata dia.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *