Foto bersama Bupati dan pengisi acara.
JEMBRANA (LB)—Alunan bambu khas Jegog bersahutan dengan tabuhan simbal Barongsai Tonggak dalam puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2577 di Ballroom Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana, pada Sabtu (7/3/2026) lalu. Kolaborasi seni “lokal jenius” ini menjadi simbol kuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Jembrana.
Ketua Panitia, PMy. Sudiarta Indrajaya, mengungkapkan bahwa pementasan ini bukan sekadar unjuk kebolehan, melainkan sebuah narasi visual tentang kepemimpinan yang bijak.


“Ini adalah realitas bangsa kita. Memadukan Jegog dengan Barongsai Tonggak adalah cara kami menunjukkan Indonesia yang sesungguhnya di tanah Bali,” ujarnya.
Senada dengan itu, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan memberikan apresiasi tinggi. Ia menegaskan bahwa perayaan ini telah melampaui sekat etnis dan menjadi milik seluruh warga.
“Malam ini bukan sekadar perayaan, tetapi wujud nyata bahwa keberagaman adalah kekuatan kita. Kita boleh berbeda tradisi, tetapi hati kita tetap satu untuk membangun daerah yang harmonis,” tegas Bupati Kembang.

Perayaan bertajuk “Satu Langkah, Banyak Warna, Merajut Kebersamaan” ini juga diisi dengan berbagai aksi nyata bagi lingkungan dan kemanusiaan. Pada Minggu 8 Maret 2026,, rangkaian acara dilanjutkan dengan, aksi sosial donor darah rutin setiap tiga bulan, pemeriksaan kesehatan, layanan medis gratis bagi warga sekitar dan penanaman minimal 500 pohon di wilayah Jembrana serta pelepasan satwa.
Indrajaya berharap energi positif dari kolaborasi budaya dan kepedulian sosial dan tanggungjawab terhadap lingkungan ini dapat menjadi pondasi untuk nanti bisa mewujudkan “Festival Budaya Nusantara” yang lebih besar di tahun-tahun mendatang, guna mempererat kerukunan dan kesejahteraan di Jembrana.

Sementara itu Ketua INTI Bali dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketut Aryana Tan selaku Ketua Harian mengatakan Perayaan Imlek dan Cap Go Me hari ini bukan hanya perayaan budaya Tionghoa, melainkan momentum memperkuat kebersamaan kita sebagai masyarakat Jembrana dan bangsa Indonesia.
Di Bali, kita mengenal nilai luhur menyama braya—bahwa kita semua adalah saudara. Nilai ini sejalan dengan semangat Imlek yang mengajarkan harmoni, kebajikan, dan keseimbangan hidup. Kita juga hidup dalam filosofi Tri Hita Karana, menjaga harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam.

“Bung Karno pernah berkata, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Kita memaknainya bahwa bangsa yang besar juga adalah bangsa yang mampu menjaga persatuan dalam keberagaman,” ungkapnya didampingi Ketua INTI Jembrana Abdi Surya Negara dan Ketua INTI Klub Bali Sehat (IKBS) Gede Ayu Wulansari.
Perayaan yang dimulai pk.16.30-18.00 dengan menikmati lontong Cap Go Meh, dimeriahkan oleh aneka seni tari dan musik tradisional Tiongkok, Nusantara maupun modern, seperti ; Seruling Hulusi, Gitar Solo, Tari Bali Merak Angelo, Tari Ja’i NTT, Fashion Show Busana Imlek anak anak, Dance Kreasi.

Di Stage terbuka penonton sempat dihibur oleh barongsai dan sun go kong sembari menikmati lontong Cap Go Meh. Acara Imlek ini juga disiarkan Live Streaming melalui jimbarwana tv.
Turut Hadir Bupati Jembrana 1990 – 2000 Ida Bagus Indugosa,S.H, Bupati Jembrana 2000 – 2010 Prof.drg I Gede Winasa, Ketua DPRD Jembrana, Kapolres, Dandim, jajaran Forkompinda, para Kadis hingga Camat, Lurah, juga Ketua LVRI bersama 15 Anggota Veteran, Ketua FKUB dan Pimpinan Majelis Agama, Majelis Desa Adat, Ketua FPK dan 9 Paguyuban Etnis, serta Para Ketua Organisasi dan Yayasan, Tempat Ibadah juga Tokoh Warga Tionghoa Jembrana. sid
