Leroy Sane, Pemain Galatasaray.
ISTANBUL – Galatasaray menjamu Atletico Madrid dalam lanjutan Liga Champions di Stadion RAMS Park, Kamis (22/1) dini hari WIB. Laga ini memiliki bobot besar karena dapat menentukan nasib kedua tim dalam perburuan tiket otomatis ke babak gugur.
Galatasaray saat ini menempati peringkat ke-18 klasemen, hanya terpaut tiga poin dari Atletico Madrid yang berada di posisi kedelapan, batas akhir zona lolos otomatis ke babak 16 besar. Kondisi ini membuat duel di Istanbul menjadi laga hidup-mati bagi kedua kubu.
Secara historis, Galatasaray belum pernah merasakan kemenangan atas Atletico Madrid di ajang Eropa. Dari empat pertemuan sebelumnya, wakil Turki itu hanya sekali imbang dan tiga kali kalah, termasuk dua kekalahan kandang masing-masing pada musim 1973-1974 0-1 dan Liga Champions 2015-2016 0-2.
Musim ini, performa Galatasaray di Liga Champions masih inkonsisten. Pasukan Okan Buruk mencatat tiga kemenangan dan tiga kekalahan dari enam laga, mengoleksi sembilan poin yang menempatkan mereka di papan tengah klasemen.
Meski demikian, peluang Leroy Sane dan kolega untuk finis di delapan besar masih terbuka. Mereka unggul tiga poin dari Benfica di peringkat ke-25 dan hanya terpaut tiga angka dari Atletico.
Di sisi lain, Atletico Madrid punya modal statistik yang impresif. Tim asuhan Diego Simeone memenangi enam dari tujuh laga tandang mereka ke Turki, termasuk empat kemenangan beruntun terakhir.
Los Rojiblancos datang ke Istanbul dengan kepercayaan diri tinggi setelah menundukkan Alaves 1-0 di La Liga, serta mencatat kemenangan dramatis 3-2 atas PSV Eindhoven pada laga Liga Champions terakhir mereka.
Menariknya, Atletico belum pernah kebobolan satu gol pun dalam empat pertemuan Liga Champions melawan Galatasaray dan juga tidak terkalahkan dalam enam laga melawan klub asal Turki di semua kompetisi.***
