Festival Asia Afrika 2026 di Bandung Jadi Ajang Diplomasi Budaya Internasional

Suasana kemeriahan pawai budaya Festival Asia Afrika di Kota Bandung.

BANDUNG (LB)- Kota Bandung kembali menyiapkan panggung internasional melalui gelaran Festival Asia Afrika 2026 yang akan berlangsung pada 11-12 Juli mendatang.

Tidak sekadar festival budaya, ajang tersebut diarahkan menjadi ruang diplomasi yang mempertemukan berbagai negara Asia dan Afrika dalam semangat kolaborasi dan pertukaran budaya.

Festival akan dipusatkan di kawasan bersejarah Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga, dua titik yang selama ini identik dengan jejak Konferensi Asia Afrika. Pemilihan lokasi tersebut, sekaligus memperkuat nuansa historis dan simbolik dari penyelenggaraan acara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa mengatakan, persiapan acara terus dimatangkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, ingin menghadirkan konsep yang lebih beragam dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kami sudah menetapkan pelaksanaan pada 11 sampai 12 Juli. Saat ini, berbagai konsep tengah disiapkan mulai dari forum diskusi, kegiatan seni budaya sampai sajian kuliner khas Asia dan Afrika. Untuk melibatkan perwakilan negara, kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri,” kata Adi Junjunan Mustafa, Selasa (5/5).

Dia menjelaskan, festival tahun ini tidak hanya berfokus pada pawai budaya. Namun juga membuka ruang interaksi melalui diskusi dan pertunjukan seni. Sejumlah titik kegiatan, tengah disiapkan untuk mendukung konsep tersebut.

Salah satu lokasi yang direncanakan menjadi pusat aktivitas adalah Gedung Majestic. Di tempat ini, berbagai agenda seperti forum budaya, pertunjukan seni hingga diskusi akan digelar untuk merepresentasikan kekayaan tradisi negara-negara peserta.

Meski konsep diperluas kata Adi, pawai budaya tetap menjadi daya tarik utama. Agenda tersebut, dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 11 Juli dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai komunitas dan latar budaya.

“Tahun sebelumnya jumlah peserta mencapai ribuan orang. Kami berharap tahun ini keterlibatannya bisa meningkat, termasuk keikutsertaan peserta dari luar negeri,” ucapnya.

Selain pertunjukan budaya, festival juga akan diramaikan oleh bazar produk kreatif dan UMKM lokal. Beragam kuliner khas dari negara-negara Asia dan Afrika, turut dihadirkan untuk menarik minat pengunjung.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha lokal. Momentum festival ini juga, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai destinasi wisata budaya,” ujar dia.

Adi menambahkan, pada penyelenggaraan sebelumnya. Festival juga diramaikan oleh forum internasional seperti Forum Pemuda Asia Afrika. Kegiatan tersebut, melibatkan generasi muda dari berbagai negara dalam dialog lintas budaya. “Ada kemungkinan forum seperti itu kembali digelar tahun ini. Tujuannya untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antar generasi muda dari berbagai negara,” tandasnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *