Selebrasi Matheus Cunha dan rekannya usai mencetak gol ke gawang Skotlandia.
MIAMI GARDENS – Brasil menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-0 atas Skotlandia. Dalam laga di Miami Stadium, Kamis (25/6) pagi WIB, Vinicius Jr mencetak dua gol di babak pertama. Satu gol lain dibuat Matheus Cunha pada babak kedua.
Brasil dengan tujuh poin dari tiga laga, finis sebagai juara Grup C, unggul selisih gol dari Maroko di posisi kedua. Skotlandia masih berpeluang lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik, setelah finis ketiga dengan tiga poin.
Pelatih Brasil Carlo Ancelotti mengaku puas dengan permainan timnya. Ia menegaskan timnya saat ini sudah menjadi lebih solid. “Kami kini bermain sebagai tim, itu yang menjadi tujuannya. Kami tidak sempurna, kami membutuhkan peningkatan di beberapa hal. Kami bisa menjadi lebih cepat saat memiliki penguasaan bola,” kata Ancelotti dilansir dari Channel News Asia.
Ancelotti mengaku senang dengan peningkatan yang diperlihatkan timnya sejak pertandingan pertama. “Menjadi lebih solid sangat penting sekarang, karena kami telah mencapai fase knock-out,” tuturnya.
Pada laga ini, Neymar memainkan pertandingan pertama untuk Brasil setelah absen nyaris selama tiga tahun. Neymar masuk di menit ke-76, menggantikan Cunha.
Ancelotti menegaskan pemain berusia 34 tahun itu layak dapat kesempatan bermain setelah kembali bugar. “Dia mendapatkan kesempatan bermain karena dia memang layak mendapatkannya, dia telah bekerja keras untuk pulih. Menurut saya, di Piala Dunia ini, dengan kualitas yang dimilikinya, dia bisa membantu tim. Dia memang hanya bermain selama beberapa menit, tetapi dia tampil dengan baik,” kata Ancelotti.
Neymar sendiri mengaku sempat menitikkan air mata setelah menjalani laga pertamanya di ajang ini. Ia menyebut momen kembali mengenakan seragam tim nasional setelah hampir tiga tahun absen sebagai salah satu hari paling spesial dalam kariernya.
“Saya merasa sangat lega. Setelah pertandingan saya sedikit emosional dan menangis sendirian karena rasanya sangat menyenangkan bisa mengalami semua ini sekali lagi,” kata Neymar dalam laman FIFA.
Meski tidak mencatatkan gol maupun assist, kehadirannya mendapat sambutan meriah dari suporter Brasil yang telah menantikan kembalinya sang bintang.
Sebelum memastikan lolos sebagai juara grup, Brasil sempat berada dalam tekanan. Hasil imbang melawan Maroko membuat banyak pihak mempertanyakan kesiapan Selecao menghadapi Piala Dunia 2026.
Ancelotti kemudian menunjukkan pengalamannya sebagai pelatih dengan menangani tekanan tersebut. Ia membuat para pemain Brasil tetap percaya diri dan fokus menghadapi pertandingan berikutnya.
“Setelah pertandingan pertama, ada sedikit keraguan (tentang kami), tetapi pelatih kami memberi kami banyak kepercayaan diri. Bagi kami, seragam ini terasa berat, tetapi saya selalu berpikir ini adalah sebuah kehormatan besar. Kami berusaha menjadi idola, bekerja keras, dan meyakinkan orang-orang bahwa kami ada di sana untuk mewakili mereka,” ucap Matheus Cunha, dikutip dari BBC Sport.
Sementara pelatih Skotlandia Steve Clarke mengaku kecewa setelah timnya memberikan terlalu banyak kesalahan “Kami membuat pertandingan menjadi sulit bagi diri sendiri. Kami memberikan mereka gol-gol itu, kami memberikan mereka permainan yang mereka inginkan. Mengecewakan,” kata Clarke di laman FIFA.
Kekalahan tersebut membuat peluang Skotlandia lolos ke fase gugur masih belum pasti. Tartan Army berada di posisi ketiga Grup C dengan tiga poin.
Gelandang Skotlandia John McGinn menilai timnya tak mampu mengatasi kualitas pemain Brasil setelah kebobolan pada momen-momen penting pertandingan.
“Kami kebobolan gol-gol yang buruk pada waktu yang buruk pula melawan tim berkualitas yang mampu menghukum kesalahan. Dalam beberapa momen, Brasil benar-benar menyakiti kami,” ujar McGinn.
Meski kalah, McGinn menilai para pemain telah mengerahkan seluruh kemampuan mereka dan sempat menciptakan sejumlah peluang yang bisa mengubah jalannya laga.
“Kami memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol dan itu bisa menjadi sangat penting. Para pemain sangat terpukul. Kami kalah dalam hal kualitas, tetapi kami telah memberikan segalanya. Apakah kami lolos atau tidak, kami akan mengetahuinya dalam beberapa hari ke depan,” kata McGinn.***
