Farhan: Program Rutilahu Buddha Tzu Chi Bangkitkan Geliat Ekonomi

Ilustrasi.

BANDUNG (LB)- Wali Kota BandungMuhammad Farhan, meyakini program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) hasil kolaborasi antara Pemkot Bandung dan Yayasan Buddha Tzu Chi akan memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal.

“Ini murni gotong royong. Semua pihak terlibat. Swasta, pengusaha, masyarakat, dan tentu saja Pemkot. Tidak menggunakan APBD sama sekali. Karena itu, prosesnya memang tidak secepat yang berbasis anggaran pemerintah, tapi semangatnya justru lebih kuat,” kata Farhan, Kamis (3/7).

Menurutnya, tantangan utama terletak pada beragamnya kondisi rumah dan luas bangunan yang akan diperbaiki, yang tidak bisa disamaratakan. Meski demikian, ia menilai antusiasme para relawan dan kontraktor menunjukkan geliat ekonomi sedang tumbuh.

“Saya senang karena banyak kontraktor dapat pekerjaan, artinya ekonomi kita sedang bergerak. Tapi juga khawatir karena kita kekurangan tenaga kontraktor. Ini situasi antara senang dan tegang,” ucapnya.

Data Program Rutilahu ini berasal dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bandung dan dibagi menjadi tiga kategori: penerima APBD, daftar tunggu, dan daftar antrean verifikasi.

Program ini menyasar 500 rutilahu yang tersebar di sejumlah kawasan Kota Bandung, seperti Blok Jamika, Kopo, Kiara Condong, Babakan Ciparay, hingga Bandung Kulon.

Untuk tahap pertama, sebanyak 100 rutilahu di Kelurahan Jamika dan Kelurahan Kopo sedang dikerjakan. Dalam hal ini, Pemkot Bandung bersama Yayasan Buddha Tzu Chi cukup intens memantau perkembangannya.

Farhan berharap program ini tidak hanya menjadi solusi perbaikan rumah warga, tapi juga pemantik roda ekonomi yang lebih luas. “Saya serius mendorong ini agar ekonomi kita berputar. Kalau semua pihak dapat pekerjaan, semua juga akan dapat manfaat,” ujar dia. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *