Balai Kota Bandung.
BANDUNG (LB)- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan rencana penyediaan fasilitas penitipan kendaraan bagi warga yang mudik di Balai Kota.
Kebijakan tersebut, tidak bisa diputuskan secara tergesa-gesa karena berpotensi menimbulkan penyalahgunaan.
“Kami akan melihat situasinya terlebih dahulu. Kami tidak ingin fasilitas tersebut justru disalahgunakan, misalnya menjadi tempat penitipan mobil komersial. Jadi hal itu masih akan kami pertimbangkan,” kata Farhan, Jumat (13/3).
Menurut dia, pemerintah kota memahami kebutuhan masyarakat akan tempat aman untuk menitipkan kendaraan selama mudik Lebaran. Namun, aspek pengawasan dan regulasi harus dipastikan agar fasilitas tersebut benar-benar bermanfaat bagi warga.
“Bukan lalu nantinya dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak sesuai tujuan,” ucapnya.
Selain membahas kemungkinan penitipan kendaraan, Farhan juga menyampaikan rencana pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini. Balai Kota Bandung akan menjadi lokasi perdana penyelenggaraan salat Ied, yang dilanjutkan dengan kegiatan open house masyarakat.
“Kegiatannya terbuka untuk masyarakat. Setelah salat Ied, kami ingin warga bisa bersilaturahmi di hari pertama Lebaran,” ujar dia. Dengan demikian ditambahkan dia, pihaknya berupaya menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan warga. “Baik dalam aspek ibadah maupun fasilitas pendukung mudik, sambil tetap menjaga agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan masalah baru,” tandasnya. *
