Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kabupaten Serang, berkomitmen untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat dengan mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (Rutilahu) di wilayah tersebut.
SERANG (LB)- Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kabupaten Serang, berkomitmen untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat dengan mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (Rutilahu) di wilayah tersebut.
Kepala DPRKP Kabupaten Serang, Okeu Oktaviana didampingi Sekretaris Dinas, Mochamad Hanafiah mengatakan, pembangunan Rutilahu baru selesai dilakukan rekrutmen fasilitator dan tinggal dilakukan penentuan prioritas agar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kita akan tetap mengutamakan yang sudah masuk ke database. Karena memang sesuai dengan amanat peraturan Bupati bahwa penanganan Rutilahu yang menggunakan APBD,” katanya di Serang, Kamis (31/7).
Okeu menjelaskan pihaknya perlu memverifikasi kembali database dengan alasan masih ada masyarakat yang sudah masuk database, namun rumahnya telah diperbaiki secara mandiri.
“Kami ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran, terutama bagi keluarga-keluarga yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga mengatakan selain bantuan dari pemerintah kabupaten, program Rutilahu ada juga yang sudah dibantu melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan Provinsi Banten.
“Berdasarkan hasil sementara sudah ada sekitar sebanyak 190 yang terverifikasi. Kemudian kita lakukan pendataan ulang dan sekarang masih tahap verifikasi,” katanya.
Adapun kriteria verifikasi itu, lanjut dia, pertama apakah rumah yang masuk database tersebut kondisinya masih seperti dulu atau tidak. Dan kedua kesiapan daripada si calon penerima manfaat dalam menyiapkan swadayanya.
“Karena ada juga beberapa calon penerima yang ternyata swadayanya belum siap, karena mungkin belum ada support dari keluarga atau masyarakat sekitarnya, terus tabungannya juga sedikit jadi tidak bisa digunakan untuk pembangunan rumahnya,” katanya.
Untuk total rumah yang dibangun dari APBD Kabupaten Serang tahun ini masih sekitar 200 unit. Hal itu dipastikan tidak terkena dampak efisiensi. Selain itu, pihaknya juga sedang mengupayakan bantuan dari provinsi.
“Karena sekarang bantuan provinsi juga menurun. Informasi kemarin sih kita dapat sekitar 20 unit. Kalau dengan kementerian kita belum bisa mendapatkan kepastian Kabupaten Serang ini dapat atau tidaknya,” tuturnya.
Selain itu, kata Okeu, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang untuk melakukan pendataan. Karena dari hasil Rakornas program tiga juta rumah dari kementerian untuk update data dari BPS.
“Kemarin sudah kita koordinasikan terkait dengan datanya, sehingga nanti untuk menyampaikan ke pusat kita tetap menggunakan satu data yang sudah ada di kita,” ucapnya.
Okeu juga mengatakan untuk bantuan perbaikan Rutilahu dari CSR saat ini telah menggunakan satu data. Ketika akan melakukan pembangunan Tim CSR perusahaan harus melakukan koordinasi terlebih dulu.
Kemudian untuk bantuan Rutilahu dari APBD, rencananya dimulai pada minggu ke dua Agustus atau awal Juli. Sebab tahapannya harus menunggu hasil verifikasi terhadap 200 rumah tersebut.
“Sebelum dilakukan pembangunan fisik. Kita lakukan sosialisasi lebih dulu kepada calon penerima terkait apa saja hak dan kewajibannya,” pungkasnya. Okeu berharap dengan adanya program bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta membantu warga kurang mampu untuk memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman. *
