Proses revitalisasi trotoar di Serpong, Tangerang Selatan yang memakan biaya Rp 7 miliar.
TANGSEL (LB)- DPRD Tangsel memanggil Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) pada Kamis (2/10), terkait proyek trotoar Ciater Rp 7 miliar.
“Hari ini saya panggil dinas terkait untuk menyampaikan isu berita itu,” kata Anggota Komisi IV DPRD Tangerang Selatan dari Fraksi Demokrat, Julham Firdaus, Kamis (2/10).
Julham menjelaskan, pemanggilan dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan sekaligus penggunaan anggaran. Menurutnya, perlu ada kecocokan antara laporan di atas kertas dengan kondisi nyata di lapangan.
“Hari ini evaluasi pelaksanaan dan penggunaan anggaran nanti dia akan sampaikan paparan materi bidang tersebut, kita akan dengar dan kita akan sesuaikan dengan ketemuan saya di lapangan seperti apa. Oke tunggu dulu,” ujarnya.
Julham menjelaskan, pola pengawasannya dilakukan melalui rapat koordinasi terkait anggaran maupun sidak langsung di lapangan. Dengan begitu, jawaban lebih lanjut baru bisa diberikan setelah menerima laporan dan membandingkannya dengan kondisi lapangan maupun paparan dari dinas terkait.
“Nanti kan ada timeline itu, jadi nanti akan saya jawab setelah saya mendapatkan laporan sesuai lapangan ataupun sesuai paparan, kita lihat aja nanti,” kata Julham.
Julham menuturkan, akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan menyeluruh, termasuk mengecek spesifikasi bahan material dan ketentuan detail yang digunakan.
“Ya nanti saya ukur tuh tombol lapangan itu sesuai tidak dengan spesifikasi detailing material dan ketahanannya anggaran yang dimaksud itu apakah sesuai dengan keperluan dan rencana, kita lihat nanti,” jelasnya.
Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangsel menyebut proyek revitalisasi trotoar di Ciater dikerjakan sepanjang kurang lebih satu kilometer dengan lebar bervariasi antara 3 hingga 4 meter.
Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp 7 miliar dengan target menghadirkan ruang publik yang fungsional serta bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Trotoar ini milik kita bersama, mari kita rawat dan jaga bersama kebersihan juga fasilitas yang ada,” kata Kepala Bidang Drainase dan Pedestrian DSDABMBK Tangsel, Saflinawati, dikutip dari situs resmi Pemkot Tangsel, Rabu (10/9/2025) lalu. Namun, proyek ini mendapat kritik dari warga sekitar Jalan Raya Ciater.
Lintang (34), salah seorang warga, menilai trotoar sebelumnya masih layak digunakan. “Kemarin (trotoar) masih bagus, kalau untuk diganti sih sayang buang-buang anggaran karena cuma 1 km, Rp 7 miliar,” kata Lintang. Pendapat serupa disampaikan A’ang (45), pedagang yang sudah 25 tahun menetap di kawasan tersebut. Ia menilai anggaran besar itu sebaiknya dialihkan ke sektor lain yang lebih mendesak. “Mungkin buat yang lain lah, kan bisa buat masyarakat juga. Kaya buat kesehatan karena itu kan memang penting juga,” ucap A’ang. *
