Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) melakukan pemadaman api di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/6).
JAKARTA (LB)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan telah mendistribusikan sejumlah logistik untuk memenuhi kebutuhan bagi korban kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat.
“Bantuan sejak malam sudah didistribusikan, dan saat ini juga masih bergerak bantuan BPBD ke lokasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat di Jakarta, Selasa (2/6).
Marulitua mengatakan bahwa bantuan yang didistribusikan oleh BPBD DKI Jakarta mulai dari sandang 330 paket, family kit 330 paket, 330 paket bantuan anak-anak, kasur lipat 620 buah, bantal 620 buah, dan selimut 620 buah, serta 10 lembar terpal.
Selain itu, BPBD juga mendistribusikan makanan siap saji sebanyak 620 boks, air mineral 200 dus, dan biskuit 330 kaleng.
“Kami juga terjunkan personel untuk membantu para korban kebakaran,” ujarnya.
Dia menambahkan selain bantuan logistik, BPBD beserta instansi terkait juga mendirikan sejumlah tenda bagi para pengungsi untuk tempat tinggal sementara.
“Pendirian tenda sudah dilakukan. Saat ini akan ditambah lagi untuk tendanya,” katanya menambahkan.
Sebelumnya, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat mencatat sebanyak 620 jiwa dari 330 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggalnya akibat kebakaran di Kemayoran pada Senin (1/6) malam.
“Terdapat kurang lebih 620 jiwa yang kehilangan tempat tinggal,” kata Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin.
Syarifudin merinci korban kebakaran yang berada di RT 12 sampai RT 16, RW 4 sebanyak 500 jiwa, kemudian di RT 01-03, RW 5 Kelurahan Kebon Kosong terdapat 120 jiwa.
Ia mengatakan kebakaran tersebut menyebabkan 330 KK di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, kehilangan tempat tinggalnya.
620 jiwa kehilangan tempat tinggal usai kebakaran Kemayoran
Ia mengatakan kebakaran tersebut menyebabkan 330 KK di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, kehilangan tempat tinggalnya.
Syarifudin menambahkan bahwa petugas sempat kesulitan dalam menangani kebakaran karena banyak masyarakat yang menonton peristiwa tersebut, serta akses rumah yang sempit.
“Tidak hanya itu sebagian penghuni juga berhamburan untuk menyelamatkan harta bendanya masing-masing,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa akibat hambatan tersebut, api baru dapat dilokalisasi sekitar pukul 23.30 WIB dari operasi pemadaman pukul 21.05 dengan menerjunkan sebanyak 35 Unit mobil pemadam kebakaran serta 175 petugas. “Kami mendapatkan informasi pada pukul 21.00 WIB dan petugas bisa lokalisir pada jam 23.30 WIB. Sedangkan operasi pemadaman selesai pukul 04.15 WIB,” katanya. *
