Tim Dinas LH Kota Tangerang melakukan penyiraman di kawasan TPA Rawa Kucing dalam menekan timbulan api dampak cuaca panas.
TANGERANG (LB)- Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Banten melakukan mitigasi untuk memastikan tiga proyek strategis daerah dan pengelolaan sampah di TPA Rawa Kucing berjalan lancar di tengah cuaca ekstrem sehingga tak menimbulkan kebakaran.
Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi di Tangerang, Minggu (5/7), mengatakan tiga proyek daerah yang kini sedang berjalan adalah revitalisasi instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), revitalisasi sistem pemanfaatan gas metana dan pembangunan pusat daur ulang (PDU) sampah.
Sedangkan proses pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) yang beroperasi setiap hari di TPA Rawa Kucing juga berjalan lancar.
“Kami sudah periksa langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan penanggung jawab agar memastikan setiap pekerjaan mengedepankan keselamatan dan bersama-sama mencegah terjadinya bencana seperti kebakaran,” ujar Wawan.
Wawan mengatakan upaya ini merupakan tindak lanjut dari imbauan Kementerian Lingkungan Hidup yang memperingatkan seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk siap dan siaga dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran di TPA atas dampak fenomena cuaca ekstrem.
Sementara itu Kepala UPT Pengelolaan TPA dan Retribusi Pelayanan Persampahan DLH Kota Tangerang, Risdiana Setiawan menambahkan telah memberikan edukasi kepada pemulung, tidak menyalakan api dalam kebutuhan apapun di area landfill untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Apalagi kondisi sampah kering sangat cepat menyambar ketika ada percikan api, sehingga perlu adanya kolaborasi dalam menjaga keamanan di TPA Rawa Kucing.
Pihaknya telah membentuk tim mitigasi yang bertugas selama 24 jam penuh untuk memantau dan melaporkan kondisi TPA Rawa Kucing dengan tugas melakukan patroli, mendeteksi titik panas (hotspot), serta melakukan penanganan dini apabila ditemukan potensi kebakaran.
DLH Kota Tangerang juga melakukan cover soil atau penutupan timbunan sampah dengan tanah untuk mengurangi risiko munculnya api akibat gas metana, penyiraman rutin pada area yang berpotensi mengalami peningkatan suhu serta pembersihan rumput liar yang mudah terbakar saat cuaca kering.
Selain itu, DLH Kota Tangerang menyiapkan sejumlah tandon air berkapasitas besar dan melakukan normalisasi kolam resapan untuk memastikan ketersediaan pasokan air apabila terjadi kondisi darurat.
Sebelumnya Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH), Diaz Faisal Malik Hendropriyono saat kunjungan ke TPA Jatiwaringin Tangerang mengatakan Menteri LH Jumhur sudah mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah untuk mengantisipasi hal-hal seperti kebakaran TPA. Sebab Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) sudah memberikan warning El Nino mulai Juli sampai September. Ia menyebutkan, seluruh pemerintah daerah agar bisa meningkatkan pemilahan dan tata kelola sampah di TPA masing-masing sebagai salah satu langkah untuk memastikan tidak terjadi insiden yang sama seperti di TPA Kabupaten Tangerang. *
