Kylian Mbappe saat berebut bola dengan pemain Paraguay.
PHILADELPIA – Prancis melangkah ke perempatfinal Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Paraguay dengan skor 1-0 pada babak 16 besar di Philadelphia Stadium, Philadelphia, Minggu (5/7) dini hari WIB. Gol tunggal Prancis diciptakan Kylian Mbappe lewat eksekusi penalti.
Kelolosan Prancis ke perempatfinal melahirkan rekor buat Didier Deschamps. Deschamps jadi pelatih pertama yang memenangi 10 laga dalam total 12 pertandingan knockout di empat turnamen Piala Dunia. Dua kekalahan Prancis diderita melawan Jerman 0-1 di perempatfinal 2014, dan Argentina lewat adu penalti di final 2022.
Namun Deschamps mengaku laga melawan Paraguay tidaklah mudah. “Itu bukan laga yang mudah. Tentu saja, seandainya kami bisa mencetak dua gol dari dua peluang di akhir pertandingan, pertandingan akan jauh lebih nyaman,” kata Deschamps seperti dilansir Reuters.
Prancis memang sempat kesulitan membongkar pertahanan Paraguay. Ousmane Dembele dan kolega bahkan sama sekali tidak mencatatkan tembakan ke arah gawang selama babak pertama.
Kebuntuan baru pecah pada menit ke-70. Penalti diberikan usai Desire Doue, yang belum lama dimasukkan, dilanggar oleh Diego Gomez.
Prancis bisa saja bernasib seperti Jerman yang disingkirkan Paraguay lewat adu penalti di babak 32 besar. Jika itu terjadi, maka era Deschamps di timnas Prancis juga akan selesai.
Namun, Deschamps mengaku sama sekali tidak pernah memikirkan hal tersebut. Pelatih berusia 57 tahun itu hanya fokus agar Prancis bisa menang. “Terus terang saja. Saya tidak pernah memikirkan itu. Satu-satunya perasaan yang saya punya adalah melakukan segalanya untuk tim agar bekerja dengan cara terbaik. Pertandingan terakhir bisa saja empat tahun lalu atau delapan tahun lalu. Mereka bisa saja bilang kepada saya untuk pulang. Seperti itu. Saya punya filosofi yang positif,” kata Deschamps.
Di laga itu Prancis sangat mendominasi penguasaan bola dengan 59 persen berbanding 31 persen. Meeka juga membuat 15 percobaan dengan lima yang mengarah ke gawang.
Sulitnya Prancis mencetak gol tak lepas dari permainan bertahan Paraguay. “Kami tahu jenis pertandingan seperti apa yang dihadapi. Saya pikir sangat bagus bagi kami untuk mengalami pertandingan seperti itu dan melihat bagaimana kami menghadapinya. Kami menunjukkan bukan hanya sebagai tim yang mampu bermain sepakbola menyerang,” kata Mbappe dikutip dari situs resmi FIFA.
Terkait permainan bertahan yang diterapkan lawan, Mbappe mengatakan setiap tim punya karakter masing-masing. “Setiap tim menggunakan kekuatan masing-masing, tidak ada cara yang benar atau salah untuk bermain. Satu-satunya cara yang benar adalah menang. Sekarang kami harus fokus pada Maroko. Kami sangat menantikan untuk menghadapi mereka karena kami tahu mereka adalah tim yang sangat bagus,” ujarnya.
Prancis dan Maroko saling bertemu di perempatfinal yang berlangsung di Gillette Stadium, Jumat (10/7) dini hari WIB.
Sementara pelatih timnas Paraguay, Gustavo Alfaro, memilih menerima keputusan wasit yang menghadiahkan penalti untuk Perancis. “Saya melihat proses pemeriksaan di layar VAR ketika mereka sedang meninjaunya. Saya berada tepat di belakang wasit dan saya tidak bisa bersikap objektif,” ujar Alfaro melalui penerjemah, dikutip dari Reuters.
Ia menambahkan, dirinya masih akan mempelajari tayangan pertandingan secara lebih rinci. Menurut Alfaro, Doue merupakan pemain yang sangat lincah sehingga mampu bergerak di ruang sempit ketika berada di udara. Ia juga mengakui kaki Diego Gomez memang berada di jalur pergerakan lawan sehingga situasinya sangat sulit dihindari.
“Saya percaya kaki pemain kami memang ada di sana. Sangat sulit menarik kaki dalam situasi seperti itu. Jika Anda bergerak menuju bola lalu mengenai kaki lawan, mungkin memang itu penalti. Lalu apa yang bisa kami lakukan?” katanya.
Kiper Paraguay Orlando Gill mengatakan, timnya layak bangga walau tersingkir. Paraguay sudah bermain habis-habisan. Albirroja membuat frustrasi lawan selama lebih dari sejam waktu permainan.
“Kami pergi dengan kepala tegak, kami sudah mengerahkan segalanya di atas lapangan. Kami bisa saja memaksakan laga lanjut ke perpanjangan waktu karena kami bertahan dengan sangat baik,” ujar Gill dilansir ABC Deportes.
Kekalahan itu gagal membawa Paraguay mengulang pencapaian terbaiknya ketika melaju hingga delapan besar Piala Dunia 2010. Meski demikian, tak bisa dipungkiri hasil ini cukup oke untuk menandai comeback Paraguay setelah gagal menembus putaran final di Brasil, Rusia dan Qatar.
Selanjutnya Prancis akan melawan Maroko pada babak perempatfinal yang berlangsung Jumat (10/7) pukul 03.00 WIB.***
