BOGOR (LB)–Seperti tahun-tahun sebelumnya, Puan Amal Hayati bekerja sama dengan MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu) kembali menggelar Sahur Bersama Ibu Hj. Shinta Abdurrahman Wahid (Ibu Negara RI ke 4) untuk menyapa dan bersilaturahmi dengan kaum dhuafa. Kali ini Sekolah Bina Kebajikan Gunung Sindur Bogor bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara.
Ketua Umum MATAKIN Xs. Budi S. Tanuwibowo hadir dalam kegiatan sahur keliling tersebut. Jajaran Pengurus MATAKIN lainnya juga ikut hadir, yaitu Wakil Ketum MATAKIN, Ws. Wawan Wiratma, Ketua Bidang Dana Js Gianti Setiawan, Ketua Umum Perempuan Khonghucu Indonesia (Perkhin ) Suryani, Ketua MATAKIN Provinsi Jawa Barat, Ws. Gunadi.

Selain itu, perwakilan pengurus MAKIN, antara lain MAKIN Cibinong Gunungsindur, MAKIN Cogreg, Makin Gunungsindur dan MAKIN Karawang.
Sahur Keliling yang mengusung tema “Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi” ini melibatkan sekitar 300 masyarakat sekitar Sekolah Bina Kebajikan.
Tampak hadir pula sejumlah pejabat Forkompimcam, diantaranya Camat Gunung Sindur, Danramil 0621-20 Gunung Sindur, Kepala Desa Cibinong Gunung Sindur dan para ketua RW/RT sekitarnya.

Mengawali sambutannya, Ketua Yayasan Bina Kebajikan, Kwa Lan Moy, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ibu Shinta dan Ketum MATAKIN ke sekolah Bina Kebajikan serta kepada jajaran para warga sekitar untuk mengikuti sahur bersama ini.
Dalam Tausiyahnya, Ibu Shinta menceritakan, bahwa dirinya mengadakan sahur keliling ini sejak 26 tahun lalu saat mendampingi Gus Dur sebagai Presiden.

“Saya mulai sahur sejak mendampingi Gus Dur di Istana, dan dilakukan dengan kaum dhuafa dan marjinal, bersama kuli bangunan, mbok penjual sayur, tukang becak, anak jalanan, pengemis di terminal pinggir jalan dan kolong jembatan,” tutur Shinta.
Kenapa Sahur bukan buka bersama, kegiatan buka bersama sudah umum dilakukan banyak orang bahkan di kota-kota besar walau pesertanya ada yang tidak ikut puasa, sedangkan melalui sahur kita diajak untuk berpuasa’

Lebih lanjut, Ibu Shinta menjelaskan bahwa kegiatan sahur keliling ini sebagai upaya untuk terus membangun kebersamaan dan persatuan serta menghapus sekat – sekat sosial diantara kita.
“Saya mohon agar sesama anak bangsa saling menjaga kerukunan ini, hindari gontok-gontokan dan perselisihan” pesannya
Melalui semangat kerukunan itu dan menanamkan rasa nasionalisme, Ibu Sinta juga mengajak para warga yang hadir untuk menyanyikan lagu “ satu Nusa Satu Bangsa” dan “Padamu Negeri “.

Sementara itu, diwawancari terpisah, Ketum MATAKIN Xs Budi S Tanuwibowo mengatakan, MATAKIN sudah bekerja sama dengan Ibu Shinta mengadakan sahur kelilin sudah sejak KH Abdurahman Wahid sebagai Presiden RI.
“Benar apa yang disampaikan Bu Shinta tadi, beliau menjalankan sahur keliling sejak suami beliau, Gus Dur menjadi Presiden RI tahun 2000 dan tempatnya bukan di hotel dan gedung mewah, namun di jalanan, pemukiman padat, terminal, pasar bahkan di kolong jembatan pun sudah pernah beliau lakukan,” kata Budi. **
