JAKARTA(LB)-— Terik matahari dan suara orasi memecah suasana di depan Gedung DPR/MPR RI, Rabu (20/5). Tapi di tengah padatnya barisan guru honorer yang menuntut kejelasan status, pemandangan tak biasa muncul yaitu polisi berkeliling membagikan air mineral dan roti.
Tak ada dorongan, tak ada barikade yang memanas. Yang ada justru botol air dingin dan roti kemasan yang diulurkan petugas ke tangan peserta aksi yang kehausan.
Aksi yang digelar Persatuan Guru Honorer Seluruh Indonesia ini memang berlangsung besar. Sekitar 4.873 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, dan Pemda dikerahkan untuk menjaga kawasan Senayan. Namun pengamanan kali ini dipilih dengan pendekatan berbeda yakni pelayanan, bukan konfrontasi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menyebut langkah itu sengaja dilakukan agar suasana tetap sejuk.
“Pengamanan ini tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pelayanan. Kami hadir untuk memastikan kegiatan berjalan tertib sekaligus memberikan perhatian kepada peserta aksi,” ujarnya.
Bagi Reynold, menjaga hak warga untuk bersuara harus sejalan dengan menjaga kenyamanan mereka di lapangan.
“Kami mengedepankan pendekatan simpatik agar tercipta suasana yang sejuk antara aparat dan masyarakat. Menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak warga negara dan harus dijaga bersama agar tetap tertib,” tegasnya.
Sambil mengatur arus lalu lintas di sekitar Palmerah dan Gatot Subroto, petugas terlihat menyapa massa, membagikan air, dan memastikan tidak ada yang pingsan kepanasan.
Hingga siang, ribuan guru honorer masih bertahan di lokasi. Tuntutan mereka jelas yaitu kepastian status dan kesejahteraan yang lebih layak. Sementara di luar pagar, suasana tetap kondusif.
Langkah kecil membagikan air dan roti ini mungkin terlihat sederhana. Tapi di tengah panasnya aksi, itu cukup untuk meredakan tensi dan mengingatkan bahwa pengamanan juga bisa dijalankan dengan cara manusiawi. tom
