Laga Manchester United melawan Manchester City.
MANCHESTER – Derby Manchester dalam lanjutan Liga Inggris berakhir tanpa pemenang. Bermain di Old Trafford Minggu (6/4) malam WIB, kedua tim bermain 0-0.
Manchester United (MU) lebih agresif dengan menciptakan 13 percobaan (2 on target), sedangkan Manchester City melahirkan sembilan percobaan (6 on target). Masing-masing tim juga memiliki satu peluang emas.
Dengan satu angka yang diperoleh Setan Merah terpaku di peringkat 13 klasemen. Alejandro Garnacho dan kolega mengoleksi 38 poin dari 31 pertandingan, Man City bergeming di posisi kelima dengan perolehan 53 poin.
Manajer Manchester United Ruben Amorim menyebut laga membosankan dan tidak menghibur. Squawka mencatat kedua tim sebenarnya punya banyak peluang,
“Kami memang tidak dalam kondisi terbaik untuk bisa menghibur semua fans. Saya tahu bahwa ini adalah derby terburuk sepanjang sejarah. Manchester City kini menurun setelah meraih banyak gelar sebelumnya. Ketika kami tidak punya misi meraih trofi besar, tentu saja berbeda atmosfernya,” ujar Amorim seperti dikutip ESPN.
Di sisi lain, Manchester City tampil tak kurang berbahaya meski menguasai jalannya laga. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 59 persen dibanding MU yang hanya 41 persen.
Manajer Man City, Pep Guardiola, mengakui bahwa anak asuhannya tak cukup dalam mengancam pertahanan MU. Hal ini karena Man City tak bermain dalam tempo yang cepat.
“Dengan bola, kekuatan kami akan selalu berada di posisi kami dan kami kehilangan itu di laga ini. Kami tidak berada di posisi yang tepat untuk menyusahkan mereka. Kami harus berada dalam satu tempo dan berada di posisi yang tepat. Namun, kami tidak dapat mempercepatnya karena kami tidak berada di posisi yang tepat, itulah sebabnya kami sedikit kehilangan tempo untuk menciptakan lebih banyak peluang,” ujar Guardiola dikutip dari situs Man City.***
