Dedi Mulyadi Beri Rp 10 Juta Per Keluarga Korban Longsor Cisarua

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat ditemui di lokasi bencana longsor Desa Pairlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Sabtu (24/1).

BANDUNG BARAT (LB)- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan santunan Rp 10 juta kepada setiap keluarga korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar dan tempat tinggal sementara. Santunan tersebut disalurkan kepada warga terdampak yang saat ini mengungsi di GOR Desa Pasirlangu, dengan prioritas keluarga yang kehilangan anggota keluarga, kehilangan rumah, serta warga yang tinggal di zona merah kawasan longsor.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, korban yang terdampak merupakan warga yang masih berdiri di zona merah kawasan longsor.

“Sebagian warga zona merah didata oleh Pak Gubernur dan mendapat uang kontrak dan kehidupan sehari-hari Rp 10 juta,” kata Herman di Posko Pengungsian, Senin (26/1).

Menurut Herman, bantuan uang tunai itu dimaksudkan agar warga dapat segera mencari hunian kontrakan yang layak dan tidak bergantung terlalu lama pada posko pengungsian.

Di sisi lain, Herman memastikan kebutuhan dasar pengungsi di posko tetap terpenuhi. Pemerintah menyiapkan dapur umum, layanan kesehatan, serta toilet portabel bagi para pengungsi.

“Yang belum dapat santunan akan di-handle dulu di sini. Kami buatkan dapur umum untuk 750 orang, toilet umum portabel, kesehatan, kami pastikan hari ini tersedia,” ujar Herman.

Ia juga mengimbau warga yang telah menerima santunan untuk menggunakan bantuan tersebut secara optimal, termasuk untuk kebutuhan sehari-hari dan sewa rumah agar kepadatan di posko dapat berkurang.

Sementara itu, Incident Commander (IC) Bencana Longsor Cisarua, Ade Zakir, menyebutkan jumlah pengungsi saat ini mencapai lebih dari 900 orang dan masih berpotensi berubah.

“Sekarang ada 900 orang mengungsi, tetapi memang betul kami sedang pembenahan data. Karena awal 134 orang, kemarin 700 orang, sekarang 900 orang lebih,” kata Ade.

Ia menambahkan, petugas akan melakukan pendataan ulang sekaligus mengedukasi warga yang berada di zona hijau agar kembali ke rumah masing-masing jika dinilai aman. “Kami lakukan pendataan ulang agar kalau zona tidak berbahaya, kami sarankan pulang,” tuturnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *