Curhat ke Menteri PU, Bupati Serang Minta Jalan Alternatif ke Pelabuhan Merak Dilebarkan

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto (kanan) mendampingi istrinya yang juga Bupati Kabupaten, Ratu Zakiyah (kiri) saat pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Serang di Pendopo Gubernur Provinsi Banten, Kota Serang, Banten, beberapa waktu yang lalu.

SERANG (LB)- Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah meminta peningkatan Ruas Jalan Nasional Serdang-Bojonegara-Merak (SBM) kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. Permintaan itu disampaikan Zakiyah saat mengunjungi kantor Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) di Jakarta, Senin (24/11).

“Pelebaran jalan nasional ini (SBM) sudah menjadi keniscayaan. Kondisinya sangat mendesak dan tidak bisa ditunda lagi karena berdampak langsung pada mobilitas masyarakat dan distribusi logistik,” kata Zakiyah melalui keterangan tertulisnya.

Menurut Zakiyah, peningkatan ruas jalan SBM penting karena kerap terjadi kemacetan akibat tingginya lalu lintas kendaraan logistik dan truk angkutan tambang setiap hari.

Ia berharap Kementerian PU memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan infrastruktur yang dinilai vital bagi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.

“Tentu ini bagian dari pada aspirasi masyarakat Kabupaten Serang, semoga dalam waktu dekat bisa direalisasikan,” ujar Zakiyah.

Sebelumnya, Zakiyah menyampaikan bahwa dirinya akan memperjuangkan permintaan pelebaran jalan SBM. Aspirasi itu berasal dari masyarakat Kecamatan Bojonegara dan Puloampel saat demo pada 17 November 2025.

Warga menilai kondisi jalan sudah tidak layak dilalui karena beban dan volume kendaraan berat semakin tinggi.

Selain pelebaran jalan, Pemkab Serang juga mengusulkan pelebaran jembatan di perbatasan Kramatwatu-Bojonegara. Selain itu, Pemkab meminta pembangunan flyover di depan Kawasan Industri Wilmar untuk mengatasi kemacetan pada pagi dan sore hari.

Koordinator aksi demo, Fahmi Adam, mengatakan Jalan Raya Serdang-Bojonegara-Merak yang menjadi jalan alternatif ke Pelabuhan Merak sudah tidak mampu menampung truk-truk besar. “Jangan sampai jalan yang notabennya jalan nasional ternyata di lapangan tidak seperti jalan nasional, sempit, terus tonase buat lalu-lalang mobil tidak pas,” kata Fahmi. Fahmi menginginkan adanya peningkatan jalan menjadi empat lajur agar masyarakat tidak harus berhadapan dengan kendaraan berat seperti truk tambang. Warga berharap keinginan itu dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *