Crystal Palace Genggam Trofi Piala FA, City Merana

Sukacita skuad Crystal Palace usai menjuarai Piala FA.

LONDON – Crystal Palace menjuarai Piala FA setelah memang tipis 1-0 atas Manchester City dalam laga final di Stadion Wembley, Sabtu (17/5) malam WIB.

Ini trofi besar pertama Palace yang membuat mereka berhak lolos ke Liga Europa dan menghadapi Liverpool dalam Community Shield musim depan. Kemenangan Palace ini juga membuat Pep Guardiola puasa gelar untuk pertama kali sepanjang karier kepelatihannya.

City tampil dominan sejak kick-off. Satu peluang didapat Erling Haaland pada menit keenam saat menyambut umpan silang Kevin De Bruyne di tiang jauh.

Meski dijaga ketat pemain Palace, Haaland bisa menyontek bola. Namun, peluangnya ditepis Dean Henderson.

City mendapat penalti pada menit ke-33 saat Tyreck Mitchell menjatuhkan Bernardo Silva di kotak terlarang. Sayang, Omar Marmoush gagal mencetak gol setelah sepakannya ke ke arah kanan ditepis Henderson.

Palace sempat mencetak gol pada menit ke-61 lewat Daniel Munoz yang menyambar bola rebound, hasil sepakan pertamanya yang ditepis Ortega. Namun, gol dianulir VAR karena saat serangan terjadi, bola mengenai Sarr yang sudah offside. Dan tidak ada lagi gol tercipta hingga pluit panjang berbunyi.

Pelatih Crystal Palace Oliver Glasner mengungkapkan suka cita seusai membawa The Eagles meraih gelar tersebut. “Hubungan ini akan tetap terjalin selamanya, hubungan dengan para pemain dan dengan Crystal Palace. Saya cukup yakin jika, entahlah, Jean-Philippe Mateta akan menonton pertandingan di Selhurst Park dalam 30 tahun mendatang, dan para penggemar akan merayakannya dan dia pantas mendapatkannya, dan hal yang sama akan terjadi pada semua pemain lainnya,”  kata Glasner, dikutip dari laman resmi klub.

Ini merupakan gelar Piala FA pertama Crystal Palace sepanjang sejarah sejak berdirinya klub pada 119 tahun silam dan Glasner menilai semua elemen di dalam tim dimulai dari pemain hingga suporter layak mendapatkan pencapaian ini.

Pelatih berkebangsaan Austria tersebut melanjutkan jika sebelum pertandingan mereka ingin mencetak sejarah bersama Crystal Palace dan ini merupakan babak besar bagi tim.

“Tahun depan, kami akan memulai babak baru untuk pertama kalinya bermain di Liga Europa dan mari lihat, karena tahun ini dua tim Inggris bermain di final, sesuatu yang saya tunggu,”  kata Glasner.

Dean Henderson yang adalah manatan kiper City, menyudahi pertandingan dengan melakukan enam penyelamatan dan satu sapuan. Henderson mengungkapkan, the Citizens sudah keliru karena membiarkan Marmoush mengambil penaltinya.

“Mengingat (Erling) Haaland mungkin akan maju mengambilnya, saya tidak yakin akan arah tendangan dia. Dia memberikannya kepada Marmoush, saya sudah tahu ke arah mana tendangannya.  Saya tahu akan menyelamatkan penaltinya,” sahut Henderson kepada BBC Sport.

Sementara pelatih Manchester City Pep Guardiola legawa. Ia pun mengucapkan selamat kepada Crystal Palace dan menilai sebenarnya Manchester City sudah tampil baik namun gagal mencetak gol.

“Mereka sulit untuk dikendalikan ketika lemparan ke dalam dan sepak pojok dan tendangan bebas tapi kami tidak bisa mencetak gol pada dua pertandingan terakhir. Kami bermain lebih baik dibanding pertandingan menghadapi Southampton (di Liga Inggris), kami lebih aktif dan saya akan mengatakan kami lebih baik di banyak hal. Kami menciptakan banyak (peluang) tapi tidak mencetak gol dan itulah kenapa kami tidak menang,”  ungkap Guardiola di situs klub.

Terkait gagalnya penalti Omar Marmoush juga jadi sorotan. Pasalnya Haaland adalah eksekutor penalti utama City selama ini dan Marmoush adalah ‘pemain baru’ di City.  Apalagi Marmoush termasuk jarang mengambil penalti karena cuma delapan kali dalam kariernya, dengan dua berujung gagal. Sementara, Haaland mencetak 49 gol dari titik putih dan gagal delapan.

Meski demikian, Guardiola tidak mau berpolemik saat membahasnya. Sebab, pengambilan keputusan di lapangan adalah mutlak dilakukan oleh para pemain.

“Saya tidak tahu (kenapa Haaland memberikan penalti kepada Marmoush), saya belum bicara dengan mereka. Mereka sudah memutuskan itu dan mereka bertanggung jawab. Saat ada free kick, penalti, ini soal feeling dan bagaimana kondisi mereka saat itu. Mereka putuskan Omar jadi eksekutor, namun Henderson bikin penyelamatan bagus,” ujar Guardiola.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *