Kevin de Bruyne dan dua rekannya melakukan selebrasi saat mengalahkan Crystal Palace.
MANCHESTER – Manchester City menang besar atas Crystal Palace dengan skor 5-2 pada pekan ke-32 Liga Inggris di Stadion Etihad, Sabtu (12/4) malam WIB. City sempat kecolongan dua gol Crystal Palace.
Gol-gol Manchester City dicetak Kevin de Bruyne (33), Omar Marmoush (36), Mateo Kovacic (47), James McAtee (56) dan Nico O’Reilly (79). Sementara itu, gol Crystal dibuat oleh Eberechi Eze (8) serta Chris Richards (21).
Kini, Manchester City mengumpulkan 55 poin dari 32 laga, sementara Crystal Palace punya 43 poin dari 31 pertandingan.
Secara statistik Manchester City mendominasi jalannya pertandingan dengan 69 persen penguasaan bola dan melepaskan 21 tendangan yang sembilan di antaranya tepat sasaran.
Manajer Manchester City Pep Guardiola menyebut timnya sudah tampil bagus. “Saya akan mengatakan bahwa kami benar-benar tampil bagus sepanjang pertandingan. Kami tertinggal 0-2 dan kami menciptakan banyak peluang, dan saya katakan saat turun minum bahwa kami bermain bagus,” kata Guardiola dikutip dari laman resmi City.
Ia menyebut kemenangan timnya dipicu oleh gol tendangan bebas De Bruyne. “Momentum kami dipicu oleh tendangan bebas dari Kevin dan setelah itu kami bermain benar-benar bagus dengan mempertimbangkan telah tertinggal 0-2, dan mengingat bagaimana Crystal Palace bermain pada pertandingan-pertandingan sebelumnya,” lanjut pria Spanyol itu.
Gelandang asal Belgia itu memang dipastikan akan meninggalkan City pada akhir musim ini. Meski demikian, Guardiola yakin De Bryune akan tetap memberikan kemampuan terbaiknya sampai durasi kontraknya habis.
“Kami telah mengenal Kevin selama bertahun-tahun. Saya tahu betapa ia mengalami kesulitan selama satu setengah tahun. Ia kini bebas dari rasa sakit dan benar-benar berbeda. Cara kami membantu dia dengan banyak berlari, para pemain muda, para full back,” kata Guardiola.
Dari sisi De Bruyne cukup puas dengan penampilan timnya secara keseluruhan. “Kami perlu memenangi pertandingan-pertandingan seperti ini. Menurut saya cara kami tampil, dengan menjadi agresif, kami selalu tampil baik ketika kami agresif,” ucap De Bruyne dikutip dari BBC.
Tapi kecolongan dua gol dalam 21 menit pertama menjadi episode horor tersendiri buat sang juara empat musim terakhir. Sesuatu yang bahkan tak diduga-duga oleh De Bruyne. “Rasanya kami memulai dengan baik, punya sejumlah peluang dan tiba-tiba entah dari mana kami tertinggal 2-0 dan bisa saja bobol tiga gol. Responsnya bagus. Reaksi kami sangat bagus dan pada akhirnya kami pantas menang,” ujarnya.
Secara matematis, City hampir mustahil untuk mengejar gelar juara liga. Meski demikian, De Bruyne tidak terlalu memikirkan peluang untuk meraih gelar liga pada musim terakhirnya di City.
“Saya tidak tahu rasanya akan seperti apa. Saya telah berada di sini selama sepuluh tahun. Saya ingin menikmatinya dan bermain sepak bola seperti yang saya lakukan hari ini,” ujarnya.
De Bruyne tak rela pamit dari Manchester City sementara klubnya itu gagal finis di zona Liga Champions. Ia bertekad membawa timnya finis empat besar.
Kalau gagal finis di empat besar, itu akan jadi hasil terburuk mereka sejak 2010.
“Saya ingin pergi dengan tiket Liga Champions untuk tim ini karena mereka berhak atas itu. Kami sudah tampil di Liga Champions selama sembilan, sepuluh tahun sejak saya di sini, jadi saya harap kami bisa melakukannya buat tim musim depan. Dan saya hanya akan mencoba memainkan sepakbola yang bagus seperti biasanya,” kata gelandang 33 tahun tersebut.
Sementara manajer Crystal Palace, Oliver Glasner mengakui bahwa salah satu penyebab kekalahan timnya adalah lini belakang yang lengah dan melakukan terlalu banyak kesalahan. Meski demikian, Glasner berharap pemainnya bisa mengambil pelajaran dari kekalahan telak ini.
“Pertahanan kami tidak tampil cukup baik di laga ini. Kami membuat terlalu banyak kesalahan dan memberikan tim seperti City begitu banyak peluang. Namun saya pikir kami akan belajar dari pertandingan ini dan harus belajar. Terakhir kali kami kebobolan lima gol adalah saat melawan Arsenal dan para pemain melakukannya dengan sangat baik untuk belajar dari hal tersebut. Mudah-mudahan kami akan melakukannya dengan lebih baik di lain waktu,” ujar Glasner kepada Palace TV.***
