NEW YORK – Juara Piala Dunia FIFA 2026 akan dinobatkan di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7) dinihari WIB. Selain mengangkat trofi ikonik dan menerima medali emas bergengsi, tim pemenang juga akan dianugerahi simbol baru kemenangan.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah kompetisi FIFA, juara turnamen juga akan menerima cincin juara yang dirancang secara khusus, menghadirkan salah satu tradisi olahraga Amerika Serikat yang paling ikonik ke panggung sepak bola dunia.
Setiap cincin merupakan bagian dari edisi terbatas yang hanya berjumlah 2.026 buah, masing-masing memiliki nomor seri sebagai penghormatan langsung kepada turnamen ini.
Dari jumlah tersebut, 30 cincin akan diberikan kepada tim juara, sementara 1.996 cincin akan tersedia bagi para penggemar di seluruh dunia sebagai Produk Resmi Berlisensi, sehingga mereka dapat memiliki bagian unik dari sejarah Piala Dunia FIFA 2026.
Salah satu sisi cincin akan menampilkan Trofi Piala Dunia FIFA, sementara sisi lainnya akan disesuaikan untuk mencerminkan identitas tim juara. Setiap cincin memiliki nomor seri tersendiri, dibuat sesuai ukuran pemiliknya, dan akan disertai sertifikat keaslian.
Sesaat setelah final berakhir, kapten dan pelatih kepala tim juara akan menerima cincin sementara sebagai penanda momen bersejarah tersebut. Selanjutnya, masing-masing dari 30 cincin untuk tim juara akan dipersonalisasi sebelum diserahkan secara resmi pada waktu berikutnya, sehingga benar-benar pas dikenakan sebagai kenang-kenangan seumur hidup atas pencapaian yang akan dikenang sepanjang masa.
Laga final sendiri mempertemukan Argentina kontra Spanyol. Laga nanti membawa beban sejarah yang sangat dalam. Meski kedua negara menyandang status sebagai raksasa sepak bola, bentrokan mereka di turnamen resmi FIFA tergolong sangat langka.
Sepanjang sejarah, mereka baru satu kali bertemu di putaran final Piala Dunia, tepatnya 60 tahun silam pada edisi 1966 di Inggris. Laga final mendatang bukan hanya soal trofi, melainkan juga ajang pembuktian setelah kedua tim hanya sering bersua dalam laga uji coba.
Sejarah mencatat Argentina dan Spanyol baru sekali saling sikut dalam pertandingan kompetitif di panggung Piala Dunia. Pertemuan perdana dan satu-satunya terjadi di fase grup yang berlangsung di Stadion Villa Park, Inggris.
Seluruh gol tercipta pada babak kedua dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut. Penyerang tengah Luis Artime menjadi pahlawan bagi Albiceleste dengan memborong dua gol. Sementara itu, Spanyol hanya mampu membalas melalui gol gelandang legendaris mereka, Pirri. Argentina menutup laga dengan kemenangan tipis 2-1.
Di luar turnamen resmi, kedua tim telah bertemu sebanyak 13 kali dalam laga persahabatan selama puluhan tahun. Dari total 14 pertemuan (resmi dan tidak resmi), Spanyol memegang keunggulan tipis dengan enam kemenangan, sementara Argentina mengantongi lima kemenangan, dan dua laga lainnya berakhir imbang. Memori pahit masih membekas bagi publik Argentina ketika dalam laga uji coba di Madrid tahun 2018, Spanyol berhasil menghancurkan Argentina dengan skor telak 6-1.
Sebagai juara benua masing-masing, kedua tim seharusnya bertemu pada Maret 2026 dalam ajang Finalissima di Qatar, namun rencana tersebut dibatalkan karena situasi geopolitik di Timur Tengah.
Laga nanti menjadi kali pertama dalam sejarah Piala Dunia di mana juara Euro (Spanyol) dan juara Copa America (Argentina) bertemu langsung di partai puncak. Lantas tim mana yang akan menerima cincin juara perdana FIFA? Patut disaksikan.***
