Moises Caicedo mencetak gol pertama Chelsea ke gawang Liverpool. (Foto: AFP)
LONDON – Chelsea meraih kemenangan dramatis atas Liverpool dengan skor 2-1 pada laga lanjutan Liga Inggris di Stamford Bridge, Sabtu (4/10) dini hari WIB.
Pada laga itu kedua tim masih bermain hati-hati di 10 menit pertama. Barulah kebuntuan pecah pada menit ke-14. Chelsea mencetak gol lewat Moisés Caicedo.
Liverpool bisa menyamakan skor pada menit ke-63 lewat Cody Gakpo. Laga tampaknya akan berakhir imbang sebelum Estevao Willian membuat gol kedua timnya di menit ke-94.
Manajer Chelsea, Enzo Maresca mengaku sangat puas dengan kemenangan ini dan memberikan pujian bagi penampilan bagu yang ditunjukkan timnya. Sang manajer berharap timnya bisa mempertahankan momentum pada laga berikutnya.
“Ini terasa sangat istimewa karena kami mendapatkan tambahan energi, kepercayaan, dan keyakinan terhadap proses yang sedang kami jalani. Suasana di stadion juga memberikan dorongan luar biasa bagi kami, benar-benar tak terlupakan. Sekarang tugas kami adalah menjaga momentum ini agar terus berkembang. Sayangnya, jeda internasional datang di saat yang kurang tepat, tapi koneksi antara pemain dan para pendukung sedang sangat kuat. Kami memang memiliki skuad yang sangat muda,” ujar Maresca kepada BBC.
Maresca harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah diganjar kartu merah akibat selebrasi berlebihan. Ia larut dalam euforia setelah gol penentu dari Estevao, sang remaja asal Brasil.
“Saya kembali mendapat kartu merah (sambil tertawa), tapi kami tetap menutup pertandingan dengan kuat. Kami tahu bahwa kami adalah tim bagus yang berani bermain dan menciptakan peluang, terutama di babak pertama. Kami pantas mendapatkan gol kedua di babak kedua. Cara kami bertarung kali ini, dengan empat pemain full-back di lini belakang, sungguh luar biasa. Kami semua sangat bangga terhadap para pemain. Kami tidak mencari-cari alasan, kami mencari Solusi,” ujarnya.
Moises Caicedo jadi mimpi buruk Liverpool. Mendapat bola di sepertiga akhir lapangan, Caicedo melewati Alexis Mac Allister dan melakukan solo run hingga tepi kotak penalti. Tanpa kawalan berarti, Caicedo menembak bola ke pojok kanan atas tanpa bisa dihalau Mamardashvili.
Dikutip Squawka, ini adalah gol ketiga Caicedo dari enam pertandingan musim ini, sama banyaknya dengan 133 laga sebelum ini. Dia adalah top scorer Chelsea di Liga Inggris musim ini bersama Joao Pedro.
Di laga itu, Caicedo aktif sekali dengan lima kali memenangi duel, lima kali merebut bola, empat tekel, dua kali tembakan mengarah ke gawang, salah satunya jadi gol.
“Saya tidak tahu (bagaimana bisa mencetak gol seperti ini), semua ini rencana Tuhan. Saya punya kesempatan dan saya ambil itu. Ketika saya menembak dan masuk, itu gol luar biasa. Gol luar biasa, tapi yang terpenting adalah saya enjoy di sini,” ujar Caicedo seperti dikutip BBC Sport.
Sementara bagi Liverpool, ini menjadi kekalahan kedua di Premier League 2025/2026. The Reds pekan lalu tumbang 1-2 di markas Crystal Palace via gol Eddie Nketiah di injury time. Juara bertahan Liga Inggris ini juga tumbang 0-1 di markas Galatasaray lewat gol penalti pada matchday kedua Liga Champions.
Manajer Arne Slot berdalih timnya kalah di saat-saat kritis meski sudah menampilkan performa dominan. “Pertama-tama, lawan yang kami hadapi. Musim lalu kami juga kalah melawan Chelsea. Stamford Bridge selalu sulit. Kami hampir saja mencetak gol. Marginnya tipis. Seperti yang saya katakan di Galatasaray, kami bermain satu lawan satu, lalu mereka mendapat penalti. Kami kebobolan di babak perpanjangan waktu melawan Palace. Dan kemudian kini mereka mencetak gol yang bisa saja terjadi di kedua sisi lapangan,” kata Slot dilansir dari BBC.
Kekalahan ini membuat Liverpool tergeser dari puncak klasemen Liga Inggris. The Reds turun ke posisi dua dengan 15 poin, disalip Arsenal yang mengumpulkan 16 poin.***
