Cegah Keluarga Risiko Stunting, Pemkab Lebak Libatkan OPD dan Baznas

Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kabupaten Lebak, Banten menerima bantuan telur dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk meningkatkan status gizi anak, sehingga terbebas dari stunting.


LEBAK (LB)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) dan Badan Zakat Nasional (Baznas) dalam upaya mencegah munculnya keluarga risiko stunting (KRS) dalam Program Genting.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah di Lebak, Selasa (16/6), mengatakan pihaknya melakukan pencegahan KRS dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya OPD dan Baznas setempat dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Selama ini, kolaborasi antara pemerintah, Baznas dan Program Genting berjalan maksimal dalam penanganan dan pencegahan KRS, bahkan jumlah kasus KRS selama tiga tahun terakhir mengalami penurunan dari sebelumnya 162.000 menjadi 43.088 keluarga.

Oleh karena itu, pihaknya optimistis KRS bisa dicegah untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045. “Kita komitmen untuk mengatasi stunting agar dapat melahirkan generasi unggul,” kata Tuti.

Menurut dia, penanganan dan pencegahan KRS tergantung kasus di lapangan, seperti terjadi KRS akibat rumah tidak layak huni, maka dilaporkan ke Dinas Permukiman agar mendapatkan bantuan rumah layak huni.

Begitu juga jika KRS itu diakibatkan sanitasi dan kekurangan sumber air bersih maka dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar ditindaklanjuti pembangunan lingkungan dan ketersediaan air bersih.
Selain itu juga jika KRS disebabkan kurangnya konsumsi makanan bergizi, Dinas Kesehatan akan menyalurkan bantuan makanan bergizi. Namun, bila KRS tersebut akibat kemiskinan, maka dilakukan penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial.

“Kami melapor ke OPD yang terkait, karena mereka memiliki program penanganan dan pencegahan KRS itu,” kata Tuti.

Menurut dia, masyarakat juga dapat berpartisipasi dengan menghimpun dana yang kemudian dikelola oleh Baznas Kabupaten Lebak.

Dana tersebut selanjutnya disalurkan kepada relawan Dapur Atasi Stunting (Dahsyat) yang tersebar di seluruh desa untuk menyediakan makanan bergizi bagi keluarga sasaran, seperti anak yang mengalami kekurangan gizi diberikan asupan mulai 14 hari sampai 56 hari.
Selain itu, Program Genting dijalankan secara gotong royong dan tidak hanya mengandalkan peran pemerintah sebagai orang tua asuh bagi KRS.

“Program Genting bisa menjadi bapak angkat dari Kepala Dinas, Kepala Lembaga Aparatur Penegak Hukum (APH) dan masyarakat,” katanya.

Sejumlah KRS di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengaku bahwa hingga kini mereka mendapatkan asupan gizi berupa makanan dari Dapur Dahsyat desa setempat. Penyaluran bantuan makanan itu bertujuan untuk meningkatkan status gizi bagi anak -anak. “Kami lega setelah 14 hari bayinya yang awalnya mengalami gizi kurang, dengan adanya makanan bergizi dari Dapur Dahsyat, kini bertambah berat badannya dan kondisi tubuhnya sehat,” kata Mamah Anisa (35), warga Desa Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *