Brajan Gruda melesatkan gol ke gawang Manchester City.
BRIGHTON – Brighton & Hove Albion mengalahkan Manchester City 2-1 dalam lanjutan Liga Inggris di American Express Community Stadium, Minggu (31/8) malam WIB. Sempat tertinggal lebih dulu, The Seagulls akhirnya bisa membalikkan keadaan di babak kedua.
Erling Haaland mencetak gol di menit ke-34 guna membawa City unggul. Namun penalti James Milner di menit ke-67 dan tembakan Brajan Gruda di menit ke-89 memastikan kemenangan tuan rumah.
Manajer Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler, mengaku sangat puas dengan kemenangan timnya. “Saya memiliki pengalaman hebat di klub-klub saya sebelumnya, jadi saya tidak akan mengatakan ini adalah kemenangan terbesar dalam karier saya, tetapi ini adalah kemenangan yang penting. Pekan lalu, kami berbicara tentang penampilan yang hebat tetapi tidak tentang hasil melawan Liverpool. Hari ini kami mendapatkan hasil, jadi saya gembira,” kata Hurzeler kepada BBC Match of the Day.
Ia mengungkapkan kemenangan ini memberikan kepercayaan diri yang tinggi kepada timnya. “Di satu sisi, penting untuk mendapatkan kepercayaan diri dari pertandingan seperti ini. Di sisi lain, penting untuk tetap rendah hati, tetap fokus pada kerja keras dan tetap fokus pada proses,” ujarnya.
Sementara manajer City, Pep Guardiola tetap memuji skuadnya walau akhirnya kalah. Namun ia mengakui timnya kehilangan ketenangan selepas gol balasan lawan. Ia menilai para pemainnya mulai takut menjalankan rencana sehingga malah cuma memainkan umpan-umpan langsung ke depan.
“Ketika mereka cetak gol, arah pertandingan beurbah. Sampai gol itu kami main sangat bagus, kami punya peluang-peluang dan bermain baik. Sayangnya kami tak bisa mempertahankannya. Babak kedua, di 15 menit pertama, kami bermain baik tapi lantas kebobolan dan lupa untuk bermain lagi. Brighton menaikkan level dan kami mulai melakukan bola-bola panjang alih-alih coba bermain. Dan itulah yang terjadi,” ujar Guardiola dikutip BBC.
Hasil ini menjadikan Man City menelan dua kekalahan beruntun dari tiga pekan pertama musim ini. “Kasih kami waktu sedikit. Ini baru tiga pertandingan,” cetusnya
Rodri untuk kali pertama jadi starter bersama Manchester City musim ini, tapi menandainya dengan kekalahan. Ia sempat mengalami kemunduran musim panas ini karena cedera lagi saat tampil di Piala Dunia Antarklub, sehingga baru bisa turun sebagai starter di markas Brighton.
Namun ia menegaskan tak bisa mengubah laga sendirian. “Saya bukan (Lionel) Messi. Saya tak akan kembali ke lapangan dan seketika bikin tim menang dan menang dan menang. Ini butuh upaya kolektif. Ketika kami menang di masa lalu, saya butuh semua rekan setim. Tentunya saya perlu mengembalikan level terbaikku dan kami semua harus melihat lagi ke diri sendiri, ini olahraga kolektif. Semoga setelah jeda internasional kami bisa jauh lebih baik,” ujar Rodri kepada Sky Sports.
Meski Man City start dengan buruk, Rodri tak terlalu khawatir. Baginya yang terpenting sekarang adalah bekerja keras memoles tim dan fokus ke perbaikan. “Sejujurnya saya tak peduli omongan orang-orang. Mereka bisa berpikir apapun sesuka mereka. Kami cuma harus bekerja keras dan fokus ke diri sendiri, lalu mari bicara lagi di akhir musim,” cetusnya.***
