Pemain Bournemouth saat mengalahkan Liverpool.
BOURNEMOUTH – Bournemouth membuat Liverpool merana pada pekan ke-23 Liga Inggris 2025/2026 di Vitality Stadium, Minggu (25/1) dini hari WIB. The Reds apes, usai tumbang 2-3 gara-gara kebobolan di menit akhir.
Di laga itu, Bournemouth tampil bagus. Tuan rumah bisa unggul 2-1 di babak pertama, usai gol Evanilson dan Alex Jimenez cuma dibalas Virgil van Dijk.
Di babak kedua, Liverpool sempat menyamakan skor lewat tendangan bebas Dominik Szoboszlai. Bournemouth kemudian memastikan kemenangan di masa injury time, lewat gol Amine Adli.
Manajer Bournemouth, Andoni Iraola sangat gembira dengan kemenangan ‘besar’ itu karena The Cherries menjauh dari zona degradasi setelah periode sulit. Tim dari pantai selatan itu hanya menang sekali dalam 14 pertandingan terakhir sebelum pertandingan ini.
“Ini adalah kemenangan besar bagi kami karena kami berada dalam situasi sulit, terutama minggu lalu dalam hal jumlah pemain dan pemain bertahan. Kami menemukan cara untuk mendapatkan poin melawan lawan yang sulit. Saya sangat bangga dengan tim dan apa yang kami lakukan. Kami beradaptasi dan kami mendapatkan poin yang bagus,” kata Iraola kepada BBC Sport
Ketika Van Dijk mencetak gol balasan tepat sebelum jeda, Bournemouth mungkin khawatir akan hal terburuk. Memang, Dominik Szoboszlai menyamakan kedudukan di babak kedua, hanya untuk kemudian Adli mencetak gol lagi.
“Saat itulah Anda tidak ingin kebobolan. Kami ingin masuk ruang ganti dengan keunggulan 2-0. Itu adalah gol yang bagus dari Van Dijk dan kami tahu kami harus berjuang keras mengingat semua yang telah mereka lakukan dan kami kebobolan dua gol dari bola mati,” kata Iraola.
Manajer Liverpool, Arne Slot kecewa dengan hasil ini. Dengan beberapa pemain cedera dan Liverpool telah bermain di Liga Champions melawan Marseille, Slot mengakui timnya tidak mampu mengimbangi intensitas Bournemouth.
“Bisa dibilang beberapa pemain kami kehabisan energi. Saya tidak bisa mengkritik mereka karena dua hari yang lalu kami bermain tandang di Eropa. Meskipun kami tertinggal 2-0 pada titik tertentu, ini adalah comeback yang bagus, meskipun menurut saya kami tidak pantas tertinggal 2-0 pada saat itu. Para pemain bereaksi dengan sangat baik. Kami berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, dan menurut saya pertandingan berjalan sangat terbuka di mana kedua tim memiliki peluang masing-masing,” kata Slot kepada BBC.
Slot juga merasa ini adalah hasil yang kejam. “Ini adalah pertandingan yang kejam. Kami kalah setelah bangkit dari ketertinggalan 0-2. Saya rasa hanya sekitar 5-10 menit di babak pertama kami tidak sepenuhnya mengendalikan permainan, kami beberapa kali bermain bagus menembus pertahanan mereka. Dalam 10 menit terakhir permainan lebih terbuka, tetapi saya bisa melihat para pemain kelelahan karena kami hanya punya waktu dua hari di antara setiap pertandingan,” kata Slot.
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk merasa timnya tidak mampu konsisten dalam setiap laga. Liverpool padahal pada tengah pekan lalu mampu menang 3-0 melawan Marseille di Liga Champions, yang harusnya jadi penyemangat.
“Kalah tidak pernah terasa menyenangkan, terutama bagi pemain Liverpool. Musim ini kami berusaha untuk menemukan konsistensi. Saya rasa tidak ada keraguan tentang kekompakan kami, tetapi konsistensi yang kami cari masih perlu ditemukan. Itu adalah sesuatu yang harus kami atasi dan kami ingin tampil dan kami ingin memenangkan pertandingan,” tegas bek asal Belanda itu.***
