JAKARTA—Biro Manajemen Zona Percontohan Wisata Medis Internasional Hainan Boao Lecheng didukung oleh Departemen Pariwisata, Kebudayaan, Radio, Film dan Televisi serta Olahraga Provinsi Hainan dan Pemerintah Kota Qionghai, Provinsi Hainan, pada Rabu (14/5/2025) lalu memperkenalkan Wisata Medis Asia, “Hainan Boao Lecheng”, di Shanggrilla Hotel Jakarta.

Hadir dalam acara ini, Fu Junsheng, Sekretaris Pertama Departemen Kebudayaan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, Yan Lukai, Direktur Kantor dan Menteri Departemen Publisitas Biro Administrasi Hainan Boao Lecheng, DR.dr Taufik Jamaan SpOG, Ketua Umum Ikatan Dokter Wisata Indonesia, Xiao Shiping, Ketua Umum Ikatan Dokter Umum Hainan Indonesia, Nugraha Bio, General Manager Prima Solusi, perwakilan dari Ikatan Dokter Wisata Indonesia, Kamar Dagang Hainan Indonesia, dan perusahaan pariwisata, medis, platform rujukan, perusahaan asuransi dan perusahaan lainnya di Indonesia, serta delegasi Hainan Boao Lecheng (selanjutnya disebut “Lecheng”), lebih dari 100 orang menghadiri pertemuan promosi tersebut.
Turut juga berpartisipasi lembaga taman utama seperti Pusat Layanan Pasien Global Lecheng, Shengnuojia, Rumah Sakit Boao Future, dan Rumah Sakit Hainan Messer, yang memamerkan pencapaian inovatif Lecheng dan keunggulan kerja sama di bidang pariwisata medis internasional.
Dalam pemaparan dan perkenalan wisata medis ini, menyoroti pengenalan alat pacu jantung terkecil di dunia, alat pacu jantung tanpa kabel Micra AV, obat baru pertama di dunia yang dapat digunakan untuk pengobatan migrain akut dan preventif, Rimegepant, satu-satunya platform MRI generasi berikutnya yang menggabungkan “penerapan klinis + resolusi sangat tinggi + pemberdayaan AI + kenyamanan terbaik” – SIGNA™ 7.0T dari GE Healthcare, dan implan koklea MED-EL terkemuka di dunia, yang memiliki harga terendah di pasar global.
Selain itu, produk anti-penuaan baru internasional – jarum lipolisis V-OLET dan jarum GOURI produk anti-penuaan PCL cair pertama di dunia, serta rute butik wisata medis internasional yang baru ditingkatkan juga dipamerkan. Hal-hal penting ini tidak hanya meningkatkan popularitas dan kredibilitas Lecheng di pasar Indonesia, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas untuk kerja sama pariwisata medis antara Tiongkok dan Indonesia.

Sebelumnya, delegasi Hainan telah melakukan pertukaran mendalam dengan tamu penting seperti Ketua Umum Ikatan Dokter Wisata Medis Indonesia, Perusahaan Dokter Wisata Medis Pertama di Indonesia, dan Ikatan Dokter Umum Hainan Indonesia mengenai pengembangan kerja sama dokter wisata medis kedua negara dan upaya menarik rumah sakit berbiaya asing, dokter asing, perusahaan dokter wisata medis, serta pasien internasional ke Hainan Lecheng.
Yan Lukai memaparkan tentang sumber daya medis Hainan Bao Lecheng, kebijakan preferensial, dan prospek pengembangan industri pariwisata medis pada pertemuan promosi tersebut.
Ia mengatakan bahwa Lecheng adalah “zona khusus medis” yang unik di Tiongkok, sekaligus taman utama dan platform fungsional utama untuk pembangunan Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan.
Pada pertemuan tersebut, Hainan Boao Lecheng Cultural Industry Development Co., Ltd. dan Asosiasi Wisata Medis Indonesia ( AWMI ) menandatangani perjanjian kerja sama strategis untuk membentuk aliansi pariwisata medis. Aliansi ini akan mencapai pembagian sumber daya dan pertukaran pelanggan secara bersama-sama, bersama-sama menciptakan inovasi proyek dan merek wisata medis internasional dan terus memperluas kerja sama di bidang wisata medis.
DR. Dr. Taufik Jamaan SpOG, Ketua Umum Ikatan Dokter Wisata Indonesia, menyampaikan sambutan hangat kepada delegasi Hainan Boao Lecheng yang berkunjung. Dikatakannya, selama 75 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Indonesia, kedua negara telah banyak meraih hasil kerja sama yang membuahkan hasil, baik di bidang ekonomi, kebudayaan, pariwisata dan lain sebagainya.
Dengan adanya Kerja Sama ini, Kedua belah pihak dapat memanfaatkan sumber daya masing-masing yang saling menguntungkan. Dimana Pada saat yang sama, pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama dengan Tiongkok di bidang teknologi dan inovasi medis, secara aktif mempromosikan kerja sama dan investasi di berbagai bidang seperti farmasi, rumah sakit, dan klinik, serta menciptakan lingkungan kebijakan yang baik untuk kerja sama medis antara kedua belah pihak.

Ruby Hartono, dari Enreach Health Journey, perusahaan wisata medis Indonesia, mengatakan bahwa Hainan dan Indonesia secara geografis dekat dan memiliki iklim yang sama. Kini, lewat pertemuan ini diketahui bahwa Hainan punya begitu banyak sumber daya medis dan produk kesehatan, yang sangat diminati wisatawan Indonesia.
Sebagai informasi tambahan, Delegasi Hainan juga mengunjungi Rumah Sakit Tzu Chi Indonesia, Rumah Sakit Kanker Modern Cabang Guangzhou Jakarta, Kava Care, Rumah Sakit Direktur RS Ubaya, Rumah Sakit Sioloam dan institusi lainnya. Dari tanggal 15 hingga 16 Mei, delegasi dari Hainan Boao Lecheng berangkat ke Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, untuk berpartisipasi dalam Pameran Wisata Medis Internasional. bam
