Laga Inter Milan kontra Bodo/Glimt.
BODO – Bodo/Glimt menyingkirkan Inter Milan dari ajang Liga Champions 2025/26 setelah menang 2-1 pada leg kedua babak playoff di Giuseppe Meazza, Rabu (25/2) dini hari WIB. Bodo/Glimt pun unggul dengan agregat 5-2.
Sejumlah peluang tercipta di babak pertama, di antaranya melalui sundulan Pio Esposito pada menit ke-9 dan percobaan Federico Dimarco. Namun, kiper Bodo/Glimt, Nikita Haikin tampil gemilang dengan menggagalkan peluang demi peluang tuan rumah.
Alessandro Bastoni dan Davide Frattesi juga sempat mengancam lewat sundulan, tetapi belum mampu memecah kebuntuan. Hingga turun minum, skor tetap 0-0 meski Inter mendominasi penguasaan bola.
Memasuki babak kedua, Inter masih mengontrol permainan. Namun, justru Bodo/Glimt yang sukses mencuri gol pada menit ke-58. Jens Petter Hauge memanfaatkan bola rebound hasil sepakan Ole Blomberg untuk membawa tim tamu unggul 1-0. Gol tersebut semakin menambah kepercayaan diri Bodo/Glimt.
Pada menit ke-72, Hakon Evjen menggandakan keunggulan lewat tendangan voli yang tak mampu dibendung Yann Sommer. Inter hanya bisa memperkecil ketertinggalan pada menit ke-76 melalui Alessandro Bastoni. Sontekannya di depan gawang dinyatakan telah melewati garis sebelum diamankan pemain lawan.
Keberhasilan Bodo/Glimt menjadi salah satu kisah paling mengejutkan musim ini. Wakil Norwegia itu sukses mendepak finalis musim lalu, sekaligus menorehkan sejarah baru di pentas sepak bola Eropa.
Pelatih Bodo/Glimt Kjetil Knutsen mengakui timnya sempat tampil gugup pada babak pertama, terutama saat menguasai bola. “Dari mana kami harus mulai? Jika merangkum pertandingan ini, saya pikir jelas bahwa kami terlihat sedikit takut dan cemas di babak pertama. Secara defensif kami cukup baik, tetapi kami tidak benar-benar berani melakukan apa pun dengan bola. Kami hanya terus membuangnya.” ujar Knutsen di situs uefa.
Meski tampil defensif dan berada di bawah tekanan Inter, Knutsen menilai anak asuhnya mampu menunjukkan peningkatan signifikan setelah turun minum. Menurutnya, kontrol permainan Bodo/Glimt jauh lebih baik di babak kedua, meski pertandingan berubah menjadi duel bertahan.
“Saya merasa kami memiliki kontrol yang jauh lebih baik di babak kedua. Pertandingan ini berubah menjadi pertarungan defensive. Kami harus jujur mengakui bahwa ini bukan cara bermain yang kami bayangkan sebelumnya,” katanya.
Knutsen menyebut gol kedua yang membawa timnya unggul 2-0 sebagai momen luar biasa dan mencerminkan karakter timnya. “Gol yang kami cetak untuk membuat skor menjadi 2-0 itu benar-benar fantastis. Dan itu tipikal kami. Entah bagaimana, kami selalu mampu merangkai sesuatu ketika kami paling membutuhkannya,” ucap Knutsen.
Jens Petter Hague membantu Bodo/Glimt mendepak Inter Milan. Kemenangan di San Siro terasa emosional mengingat riwayatnya sebagai eks pemain AC Milan. “Saya masih berhubungan dengan banyak mantan rekan setim saya di Milan, mereka teman baik dan mereka senang ketika saya mencetak gol melawan Inter. Itu sangat berarti bagi banyak penggemar Milan,” ucap Hauge.
Di sisi lain, hasil ini menegaskan jebloknya Inter bersama Cristian Chivu di Liga Champions musim ini. Dilansir Opta, di antara pelatih Inter yang memainkan setidaknya lima pertandingan di Liga Champions, persentase kekalahan Chivu mencapai 50%.
Bersama Chivu, Inter memainkan 10 pertandingan di Liga Champions 2025/2026. Hasilnya, Lautaro Martinez dkk. mencatat lima kemenangan dan lima kali kalah.
Catatan tersebut bertolak belakang dengan performa Inter di Serie A. Persentase kemenangan Si Ular Besar di Serie A 2025/2026 mencapai 81% (21 kemenangan dalam 26 laga).
“Target kami adalah kompetitif, kami selalu bilang itu, dan kami tidak pernah berniat untuk berpikir terlalu jauh untuk hal-hal yang tidak bisa kami kendalikan. Sayangnya, kami tidak mampu bersaing di Liga Champions. Kami sempat memulai dengan baik dengan menang empat kali beruntun, kemudian sayangnya kami kehilangan beberapa poin meski tampil bagus. Levelnya di sini tinggi, kalau Anda tidak mampu memaksimalkan peluang dan mengambil pilihan yang tepat, Anda akan dihukum pada kesalahan pertama,” kata Chivu seperti dilansir Football Italia.***
