Bastoni Tak Bakal Tinggalkan Inter

Alessandro Bastoni, Pemain Inter Milan.

MILAN – Alessandro Bastoni santer dikabarkan menuju Barcelona, seiring kegagalan Italia ke Pialan Dunia 2026. Eks bek Inter Milan Andre Ranocchia yakin, Bastoni tak berencana hengkang.

Pesepakbola berusia 26 tahun itu dituding sebagai salah satu penyebab kekalahan Italia gagal menembus Piala Dunia untuk ketiga kalinya beruntun. Kartu merah Bastoni di babak pertama menyulitkan Gli Azzurri saat dikalahkan Bosnia di laga playoff penentuan baru-baru ini.

Kritik, cacian, bahkan ancaman ditujukan kepada Bastoni bahkan keluarganya. Situasi ini banyak diyakini akan membuka lebar-lebar kepergian Bastoni di akhir musim ini. Di saat yang bersamaan, Barcelona gencar dilaporkan tertarik memakai jasanya.

Bastoni sendiri langsung dimainkan Inter Milan dalam kemenangan atas AS Roma 5-2, hanya lima hari setelah kegagalan Italia. Ranocchia menilai, Bastoni sebaiknya bertahan saja.

“Dia punya karakter yang sangat baik, dan itulah yang membantu dia sekarang ketika semuanya tampak menimpanya. (Cristian) Chivu sangat peduli dengan pemain-pemain dan menyalurkan kekuatan kepada mereka. Pertandingan seperti ini itu penting untuk dia. Saya tidak akan meninggalkan sepakbola Italia karena situasi seperti ini, dan saya kira dia juga tidak ingin pergi,”  sahut Ranocchia dikutip FCInternews.

Pemain yang ikut membawa Inter meraih  empat trofi domestik ini menambahkan bahwa Bastoni sebaiknya menenangkan pikiran dan fokus ke klub. “Banyak pemain lain yang akan terpuruk dan bahkan kesulitan untuk sekadar keluar rumah. Dia membiarkan banyak hal berlalu begitu saja, meskipun ancaman-ancaman itu memengaruhi putri dan istrinya,” kata Ranocchia.

Inter Milan sendiri usai menang atas AS Roma memberi sinyal bahwa mereka kandidat kuat menjuarai Serie A musim ini. Kemenangan itu turut menandai bahwa  mereka tak terpengaruh dengan atmosfer negatif menyusul kegagalan Italia menembus Piala Dunia 2026.

Pemain Inter, Hakan  Calhanoglu mengungkapkan suasana ruang ganti Inter Milan yang manis-pahit.  “Kami tahu seberapa pentingnya  untuk main di Piala Dunia, dan untuk rekan-rekan setimku yang tidak lolos itu adalah kekecewaan yang sangat besar.  Namun kami mengirim sebuah sinyal penting, dari sebuah tim yang ingin menjaga peringkat pertama. Kami juga menunjukkan kualitas yang hilang di beberapa pertandingan terakhir, di mana kami membuat banyak kesalahan,” ujarnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *