Robert Lewandowski, Pemain Barcelona.
BARCELONA – Barcelona melakoni laga berat melawan Atletico Madrid pada babak 8 besar (perempat final) Liga Champions 2025-2026. Leg pertama dilangsungkan di Camp Nou, Kamis (9/4) dinihari WIB. Laga ini jadi ujian penting bagi kedua tim dalam perburuan tiket semifinal.
Duel ini hadir hanya beberapa hari setelah pertemuan di La Liga. Barcelona menang 2-1 dan kini kokoh di puncak klasemen.
Secara historis di Liga Champions, Barcelona tidak selalu nyaman menghadapi Atletico. Dua pertemuan di fase ini sebelumnya berakhir dengan pahit bagi tim Catalan.
Namun, tren terkini justru berpihak pada Barcelona. Mereka memenangi lima dari enam pertemuan terakhir di semua kompetisi, termasuk kemenangan akhir pekan lalu.
Performa Barcelona juga sedang menanjak. Tim asuhan Hansi Flick tidak terkalahkan dalam hampir dua bulan di semua ajang. Produktivitas lini depan menjadi kekuatan utama. Lamine Yamal tampil konsisten, sementara Robert Lewandowski tetap tajam di momen krusial.
Di sisi lain, Atletico datang dengan modal kurang ideal. Mereka menelan tiga kekalahan beruntun, termasuk saat menghadapi Barcelona di liga. Meski demikian, pengalaman di Liga Champions membuat Atletico tetap berbahaya. Mereka lolos ke perempat final setelah menang agregat 7-5 atas Tottenham.
Rekor tandang Eropa Atletico musim ini kurang meyakinkan. Mereka hanya menang sekali dalam tujuh laga terakhir di luar kandang.
Di laga nanti, Barcelona kehilangan Raphinha akibat cedera hamstring saat tugas internasional dan diperkirakan absen empat pekan. Frenkie de Jong juga masih dalam pemulihan cedera serupa, namun berpeluang kembali di leg kedua.
Marc Bernal sudah pulih dari cedera pergelangan kaki, sementara Andreas Christensen mendekati comeback dari cedera ligamen.
Di kubu Atletico, Diego Simeone harus menghadapi absennya Jan Oblak yang mengalami cedera otot. Gelandang Rodrigo Mendoza juga absen karena cedera, sedangkan Pablo Barrios hampir pulih.
Hansi Flick telah memberikan peringatan kepada para pemainnya untuk memenangkan laga. Pasalnya pada leg kedua, laga berlangsung sulit bagi mereka.
“Di Madrid, kemenangan akan jauh lebih sulit. Maka, kami harus berjuang untuk memenangkan laga di kendang. Atletico sangat kuat. Hasil laga di LaLiga tidam berpengaruh apa-apa terhadap lagan anti,” kata Flick.
Dalam 10 pertemuan dengan pelatih Atletico, ia berhasil meraih enam kemenangan, dua hasil imbang dan dua kekalahan, sebuah rekor yang menunjukkan bahwa ia tahu bagaimana menangani tantangan khusus ini.
Namun, angka saja tidak akan menentukan hasil pertandingan. Barcelona sepenuhnya menyadari bahwa bermain tandang sangatlah rumit.
Sementara Diego Simeone, optimistis menatap laga nanti. Meski kalah di kandang pada laga LaLiga Simeone tetap melihat sisi positif dari daya juang anak asuhnya.
Keteguhan skuad Simeone terlihat saat mereka mampu mengimbangi permainan hingga menit ke-87 meskipun harus bermain dengan sepuluh orang. Munculnya pemain-pemain muda seperti Taufik Seidu dan Javi Morcillo di tengah kondisi tim yang kekurangan pemain menjadi alasan utama bagi Simeone untuk tetap menatap laga nanti dengan optimisme.
“Kami mengambil hikmah dari kekalahan di LaLiga. Laga nanti situasinya berbeda. Kami sangat termotivasi untuk mengalahkan mereka, walau dengan perjuangan yang sangat berat. Seluruh pemain punya motivasi yang kuat untuk lolos ke semifinal. Kami harus memberikan yang terbaik di dua laga perempat final,” kata Simeone.***
