JAKARTA (LB)—MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Klaten yang telah membangun Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama di Grha Bung Karno Kabupaten Klaten, yang di dalamnya terdapat bangunan enam rumah ibadah berdampingan, termasuk rumah ibadat bagi umat Khonghucu, yaitu Kelenteng yang diberi nama Zhong He Miao atau Kelenteng Tengah Harmonis (Moderasi).
Pusat edukasi kerukunan umat beragama yang berlokasi di Grha Bung Karno Klaten telah diresmikan 14 Januari 2025 lalu, dilengkapi dengan fasilitas rumah ibadah lintas agama yakni bangunan Masjid untuk umat Islam, Gereja Kristen Protestan untuk umat Kristen, Katedral untuk umat Katolik, Pura untuk Umat Hindu, Vihara untuk umat Buddha dan Kelenteng untuk umat Khonghucu,

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum MATAKIN Xs Budi S. Tanuwibowo kepada Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam Rapat Koordinasi FKUB se Solo Raya di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, pada Rabu (17/12/2025).
Penghargaan MATAKIN untuk Bupati Klaten sebagai bentuk kepedulian MATAKIN terhadap kerukunan beragama di Indonesia dan apresiasi atas peran aktif dan kontribusi nyata dari Pemkab Klaten dalam membangun harmoni sosial dan kerukunan umat beragama.

Dalam kegiatan tersebut, Ketum MATAKIN hadir didampingi Pengurus Pusat MATAKIN, yaitu, Wakil Sekretaris Bidang Kerohanian, Js, Rusya Supit, Wakil Ketua Bidang Dana Auwjang Phin Khuan, Ketua DPN PAKIN, Ariestya Angga Susanto, selain itu Ketua MATAKIN Provinsi Jawa Tengah, Ws. Andi Gunawan, Ketua MAKIN Solo, Henry Susanto dan tokoh Khonghucu Klaten, Poerwaningsih.
Dalam sambutannya, Ketum MATAKIN Xs Budi S Tanuwibowo menyampaikan rasa syukur atas keberadaan Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Klaten dan semoga dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

“Pusat edukasi kerukunan umat beragama di Kabupaten Klaten ini merupakan simbol nyata dari kebinekaan dan toleransi di kabupaten Klaten ini, semoga menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya dalam mewujudkan kerukunan dan kedamaian umat beragama,” ujarnya.
“Kami menaruh apresiasi yang tinggi adanya rumah ibadah bagi umat Khonghucu pertama dan satu-satunya di Klaten dimana sebelumnya kami tidak pernah mengira adanya Kelenteng di Klaten ini,” lanjut Budi.

Menurut Budi keberadaan kelenteng tidak hanya menjawab kebutuhan spritualitas umat Khonghucu di Klaten dan sekitarnya, tetapi wujud nyata adanya semangat toleransi dan kerukunan di Kabupaten Klaten ini.
Ke depan, Kelenteng ini juga diharapkan menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya bagi komunitas umat Khonghucu di wilayah Klaten serta menjadi detinasi wisata religi dan edukasi yang menarik, terutama bagi generasi muda.
Menutup sambutannya, Xs. Budi mengatakan bahwa MATAKIN Pusat dan MATAKIN Provinsi Jawa Tengah akan berperan aktif dalam memelihara dan mengembangkan kelenteng tersebut.
“Kami akan melengkapi berbagai kekurangan yang ada dan sehingga Kelenteng ini dapat berkembang menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ucapnya.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, mengatakan terima kasih kepada MATAKIN atas penghargaan yang diberikan. “Semoga dapat memotivasi kami untuk konsisten merawat kerukunan umat beragama di Kabupaten Klaten ini,” ujarnya.
Sementera Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH.Syamsuddin Asyrofi menyambut baik apresiasi dari Matakin Pusat dan Provinsi Jawa Tengah dengan memberikan penghargaan kepada Bupati Klaten dan FKUB dengan dibangunnya Kelenteng bagi umat Konghucu tersebut.
“Kami menyambut baik apresiasi dari Matakin Pusat dan Provinsi Jawa Tengah, bahwa keberadaan Kelenteng bagi umat Konghucu di Kabupaten Klaten ini merupakan wujud nyata adanya semangat kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Klaten,” ucapnya. **
