Pemain AS Roma saat mengalahkan AC Milan.
ROMA – AS Roma menjaga asa lolos ke Liga Champions seusai menekuk AC Milan dengan skor 3-1 pada pekan ke-37 Liga Italia di Stadion Olimpico, Roma, Senin (19/5) dini hari WIB.
Pada pertandingan ini AS Roma meraih kemenangan berkat gol dari Gianluca Mancini, Leandro Paredes dan Bryan Cristante, sedangkan AC Milan sempat menyamakan kedudukan melalui Joao Felix.
Berkat kemenangan ini AS Roma naik ke peringkat kelima klasemen sementara Liga Italia dengan 66 poin dari 37 pertandingan, terpaut satu poin dari Juventus di peringkat empat.
AS Roma diwajibkan meraih kemenangan ketika bertandang ke markas Torino pada pekan terakhir Liga Italia, sembari berharap Juventus gagal mendulang poin penuh, agar bisa lolos ke Liga Champions musim depan.
Di sisi lain, kekalahan membuat AC Milan turun ke peringkat sembilan klasemen Liga Italia dengan 60 poin dari 37 pertandingan, sudah tak memiliki peluang untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan.
Di laga itu, AS Roma unggul atas AC Milan melalui 54 persen penguasaan bola dan melepaskan 15 tendangan yang enam di antaranya tepat sasaran.
Sejak menit ke-21, Milan harus bermain dengan 10 orang karena Santiago Gimenez diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah terlibat insiden dengan Gianluca Mancini yang mendapatkan kartu kuning.
Pelatih AS Roma Claudio Ranieri pun mengakhiri laga kandang terakhirnya dengan baik. Ranieri, seorang Romanista sejati yang lahir di distrik Testaccio, kembali dari masa pensiunnya pada November lalu untuk membantu Roma yang saat itu berada di ambang degradasi. Sejak kedatangannya, tim mengalami transformasi signifikan, mencatatkan 18 pertandingan tanpa kekalahan
Usai laga, Ranieri menerima penghormatan dari para pemain dan staf klub. Ia kemudian mengambil mikrofon dan menyampaikan pidato emosional kepada para pendukung yang memenuhi stadion.
“Terima kasih kepada semuanya. Saya berada di antara kalian 60 tahun lalu di tribun ini. Saya meminta bantuan kalian, dan sekarang kita membutuhkan langkah terakhir. Saya sangat bangga dengan para pemain. Kami membutuhkan cinta kalian. Terima kasih. Saya berterima kasih tanpa batas,” ujar Ranieri dengan suara bergetar seperti dikutip dari DAZN.
Momen paling menyentuh terjadi saat Curva Sud Roma menampilkan tifo raksasa dengan tulisan “Pemimpin Sejati… Romanista Sejati,” yang membuat Ranieri tak kuasa menahan air mata.
“Saya masih merasakan adrenalin! Ketika saya menonton rekaman ini nanti, mungkin saya akan merasa lebih tersentuh. Merasa dihargai oleh orang-orang sendiri selalu menjadi sesuatu yang luar biasa. Kami memulai dengan situasi sulit, tetapi tim tidak pernah kehilangan arah. Saya berterima kasih kepada para pemain, karena sama sekali tidak mudah dalam situasi itu, ketika semuanya tampak suram,” tutur pelatih yang membawa Leicester City juara Premier League 2015-2016 ini.
Sementara itu AC Milan harus menelan pil pahit untuk musim 2024/2025. Rossoneri tak mampu mendapatkan tiket untuk tampil ke pentas Eropa di musim depan.
Kegagalan ini menambah jeblok performa AC Milan setelah dikalahkan Bologna 0-1 di final Coppa Italia belum lama ini.
Pelatih Milan Sergio Conceicao menyadari bahwa kinerjanya tidak cukup bagus di Milan. Namun, suksesor Paulo Fonseca tersebut menilai eranya tidak lantas jelek-jelek amat karena berhasil membawa pulang Piala Super Italia dengan mengalahkan Inter Milan.
“Sebelum pertandingan, saya penasaran untuk melihat statistik dan sejak saya tiba di sini dengan staf saya sebelum pertandingan, kami ada di zona Liga Champions. Saya tidak mengatakan bahwa ini adalah musim yang bagus atau lima bulan yang sempurna, pastinya tidak. Namun, ada beberapa hal positif yang terjadi. Kami memenangi sebuah piala, kami mencapai final di mana kami seharusnya bisa melakukan yang lebih, memang benar,” kata Conceicao kepada DAZN.***
