Mikel Arteta dan Martin Odegaard optimis dengan laga leg kedua.
LONDON – Arsenal hanya mendapatkan hasil seri di markas Bayer Leverkusen pada leg pertama 16 besar Liga Champions. Manajer Mikel Arteta berjanji Arsenal akan lebih baik di leg kedua dan akan lolos.
Dalam laga di BayArena, Kamis (12/3) dini hari WIB, Arsenal kebobolan lebih dulu lewat Robert Andrich pada menit ke-46. The Gunners akhirnya selamat dari kekalahan berkat penalti Kai Havertz pada menit ke-89.
Ini jadi kali pertama Arsenal tertinggal di Liga Champions musim ini. Di sepanjang fase liga, Declan Rice dan kolega menyapu bersih kemenangan dalam delapan pertandingan.
Arsenal akan gantian menjamu Leverkusen di Emirates Stadium pada pertandingan leg kedua, Rabu (18/3) dini hari WIB. Arteta mengusung misi besar membawa Arsenal tampil lebih baik dan menuntaskan laga dengan kemenangan.
“(Ini adalah pengingat) betapa sulitnya menang menghadapi lawan mana pun di kompetisi ini dan khususnya di laga tandang. Ada faktor besar di sana. Kemudian Anda menyadari apa yang sudah kami lakukan dengan memenangi delapan laga di kompetisi ini (di fase liga), karena itu sangat sulit sampai-sampai belum ada yang melakukannya sebelumnya,” ujar Arteta seperti dilansir ESPN.
Ia menegaskan level permainan harus lebih ditingkatkan pada laga leg kedua nanti. “Sangat menyadari hal itu, kami tahu pentingnya permainan dan tingkat kesulitan lawan dan sekarang kami harus menuntaskannya di London. Level eksekusi jelas harus lebih baik dan akan lebih baik di leg kedua. Kami akan menyesuaikan beberapa hal dan ya, kami akan terus maju,” ujarnya.
Lebih jauh Arteta meminta timnya bermain lebih efisien. “Kami akan melihat hal-hal yang sudah kami perbaiki, situasi-situasi yang bisa kami ciptakan, dan mencoba untuk jauh lebih efisien terutama dalam banyak hal sederhana,” kata Arteta.
Arteta lalu mengomentari bagaimana timnya bisa kebobolan dari sepak pojok, sebuah cara mencetak gol yang sebenarnya menjadi senjata The Gunners.
Ada dua sisi yang ia nilai, yaitu Leverkusen bagus dalam memanfaatkan situasi sepak pojok dan sisi lainnya adalah kelengahan timnya.
“Selalu ada dua sisi dalam situasi seperti itu. Yang pertama adalah faktor dari lawan, bahwa mereka memanfaatkan kelemahan dan kurangnya perhatian atau urgensi dari kami dalam dua situasi tersebut. Yang kedua adalah dari kami sendiri, karena kami sudah tahu. Kami bahkan menunjukkan tiga klip kepada para pemain dari pertandingan akhir pekan lalu dengan tiga variasi berbeda, tetapi kami tetap tidak siap dan akhirnya kami kecolongan,” kata manajer asal Spanyol tersebut
Pemain Arsenal Martin Odegaard menyebutkan, penting bagi timnya untuk tidak meremehkan lawan. “Sangat penting bagi kami untuk fokus ke kekuatan kami sendiri. Setiap lawan tentu sangat kuat, maka tidak boleh diremehkan. Peta kekuatan di Liga Champions susah diprediksi, karena tim yang tampil dari berbagai liga di Eropa. Yang bisa kami lakukan adalah beerjuang maksimal untuk meraih kemenangan,” ujarnya.
Sementara pelatih Leverkusen Kasper Hjulamand mengaku sangat optimis menatap leg kedua. Ia mengatakan, timnya bakal memberikan sesuatu yang berbeda di laga nanti.
“Laga di Emirates Stadium bakal menjadi tantangan tersendiri. Tapi saya optimis kami bisa memberikan sesuatu yang kami inginkan. Kami ingin melanjutkan kiprah di ajang besar ini. Kami sangat yakin akan hal itu. Arsenal adalah tim kuat, tetapi kami akan menyiapkan berbagai upaya untuk meraih hasil positif,” kata Hjulamand.
Pemain Leverkusen Christian Kofane yang tampil bagus pada laga leg pertama mengaku tetap optimis terkait peluang timnya untuk bisa lolos ke babak berikutnya. “Segala sesuatu mungkin terjadi dalam sepak bola. Kami bermain menghadapi salah satu tim terbaik di dunia. Kami hampir mengalahkan mereka (di leg pertama). Itu harus memberi kami harapan untuk pertandingan kedua, tetapi tentu saja tidak akan mudah,” ujar Kofane seperti dilansir dari Bulinews.com.***
