Selebrasi pemain Arsenal usai Gabriel Jesus mencetak gol ke gawang Inter Milan.
MILAN – Arsenal menang 3-1 atas Inter Milan pada matchday ketujuh Liga Champions yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Rabu (21/1) dini hari WIB. Kemenangan Arsenal ditentukan oleh Gabriel Jesus (10 dan 18) dan Viktor Gyokeres (84). Gol Inter dilesatkan oleh Petar Suci (18).
Arsenal dipastikan mengunci puncak klasemen fase liga dengan 21 poin dan masih punya satu laga sisa, sekaligus memastikan diri lolos ke babak 16 besar.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Inter Milan turun ke peringkat sembilan klasemen dengan 12 poin dari tujuh pertandingan, terpaut satu poin dari zona lolos otomatis ke 16 besar.
Manajer Arsenal Mikel Arteta sangat bangga dengan perjuangan pemainnya. “Kami sangat bangga, bukan hanya untuk pertandingan ini, tetapi juga atas apa yang telah kami lakukan di kompetisi sejauh ini dalam tujuh pertandingan,” kata Arteta yang dikutip dari situs resmi Arsenal.
Arsenal menyisakan satu laga melawan FC Kairat, yang ada di dasar klasemen fase liga. Duel berlangsung di Emirates Stadium dan hal itu membuat Arsenal berpotensi menang lagi.
“Dengan satu pertandingan tersisa, berada di posisi yang kami inginkan adalah hadiah besar bagi tim, karena kami tahu betapa sulitnya, dan malam ini adalah ujian. Mungkin kami tidak membutuhkan poin sebanyak itu, tetapi kami benar-benar memiliki rasa lapar dan keinginan untuk datang ke tempat seperti ini, melawan tim papan atas, dan membuktikan siapa kami dan apa yang dapat kami lakukan. Saya sangat senang dengan apa yang telah saya lihat,” tutur Arteta.
Gabriel Jesus mengaku sampai menangis bahagia setelah akhirnya berhasil mencetak gol di tanah Italia. Hal itu dikarenakan striker asal Brasil tersebut sejak kecil mengikuti Serie A Italia.
“Ini adalah malam yang seperti mimpi. Saya selalu bermimpi menjadi seorang pesepakbola. Saya menontonnya sejak kecil. Saya banyak menonton Serie A, jadi berada di stadion ini dan mencetak gol di sini membuat saya menangis karena selalu bermimpi berada di sini,” kata Jesus kepada Amazon Prime.
Menurutnya, laga melawan Inter tidaklah mudah. “Selalu sulit bermain melawan Inter Milan. Kami datang ke sini musim lalu dan kalah. Kini kami bermain lebih baik dari mereka, kami mengendalikan tetapi mereka adalah tim papan atas dan menyerang. Kami mencetak gol di akhir dan mendapatkan tiga poin. Kami harus terus maju karena kami memiliki pertandingan lain di akhir pekan,” kata pemain asal Brasil itu.
Ia juga tidak masalah dengan persaingan di lini depan Arsenal. Dia selalu mendukung Viktor Gyokeres dan Kai Havertz untuk bisa mencetak gol. Arteta kemudian menarik keluar Jesus pada menit ke-75 untuk memainkan Gyokeres.
“Semua orang ingin menjadi starter. Saya adalah orang yang sangat menghormati. Saya bukan anak kecil lagi, saya berusia 28 tahun, jadi saya mengerti sepakbola. Saya sangat senang Vik (Gyokeres) masuk dan mencetak gol. Saya sangat senang saya mencetak gol dan Vik juga mencetak gol. Saya yakin Kai akan mencetak gol ketika dia mendapat kesempatan,” tuturnya.
Di laga ini, Arsenal memainkan komposisi pemain berbeda dibandingkan dengan saat imbang 0-0 melawan Nottingham Forest di Liga Inggris akhir pekan lalu. Trisula lini depan diubah oleh Areta.
Gyokeres, Gabriel Martinelli dan Noni Madueke yang dipasang saat melawan Nottingham Forest. Sementara saat melawan Inter, Arteta memainkan Leandro Trossard, Bukayo Saka dan Jesus.
Di lini tengah, Eberichi Eze, Martin Zubimendi dan Mikel Merino yang menjadi starter melawan Inter. Sementara melawan The Forest, Declan Rice dan Martin Odegaard yang berbeda dari starter Arsenal melawan Inter.
Sementara pelatih Inter, Cristian Chivu mengaku kagum dengan cara bermain Meriam London yang sangat sulit untuk diredam “Mereka lebih kuat dalam hal intensitas, teknik, kecepatan, cakupan dan ide dalam menyerang lini pertahanan. Kami mencoba untuk tetap dalam permainan dan menampilkan performa yang baik di babak pertama; saat skor 1-1, kami seharusnya bisa mencetak gol. Kami kurang beruntung dengan gol dari situasi bola mati; bola membentur mistar gawang dan mengenai kepala pemain,” kata Chivu dikutip dari Tutto Mercato Web.
Chivu juga sudah siap kalau Inter gagal langsung ke 16 besar atau harus melalui playoff 16 besar. “Kami harus menunggu untuk melihat bagaimana klasemen, apakah kemenangan akan cukup atau tidak. Kami tahu bahwa mungkin harus melalui babak playoff, itu bukan masalah bagi kami,” kata Chivu kepada Sky Sport Italia.
Hasil laga lainnya adalah Bodo/Glimt 3 vs Manchester City 1, FC Copenhagen 1 vs Napoli 1, Olympiacos 2 vs Bayer Leverkusen 0, Real Madrid 6 vs AS Monaco 1, Sporting CP 2 vs PSG 1, Tottenham 2 vs Dortmund 0 dan Villarreal 1 vs Ajax 2.***
